Kerja di Tengah Corona, Karyawan Amazon Dapat Bonus Rp 7 T

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
30 June 2020 16:57
FILE PHOTO: Amazon boxes are seen stacked for delivery in Manhattan, New York, U.S., January 29, 2016. REUTERS/Mike Segar/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Amazon Inc mengumumkan akan memberikan bonus sebesar US$500 juta atau setara Rp 7 triliun (asumsi Rp 14.000/US$) untuk karyawan yang tetap bekerja selama pandemi virus corona Covid-19. Bonus ini berlaku pada karyawan di AS dan Kanada.

Para karyawan dan mitra yang tetap bekerja dengan Amazon sepanjang Juni 2020 akan mendapatkan bonus antara US$150 hingga US$3.000, ujar Amazon seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/6/2020).

Dalam memo kepada karyawan, senior vice president ritail operation Amazon Dave Clark mengatakan perusahaan akan memberikan bonus kepada karyawan tetap bagian pergudangan, Whole Foods, dan bagian pengiriman sebesar US$500. Karyawan paruh waktu akan menerima bonus US$250. Driver layanan pengiriman barang Flex dapat bonus US$150.


Manajer toko Whole Foods, toko online kebutuhan sehari-hari dan makanan sehat dapat bonus US$1.000 per orang dan mitra pengiriman barang Amazon akan mendapat bonus US$3.000.

"Terima kasih atas komitmen yang benar-benar luar biasa kepada pelanggan yang telah Anda tunjukkan sepanjang perjalanan ini," tulis Clark dalam memonya seperti dikutip dari CNBC International. "Saya tidak pernah sebangga ini dengan tim kami."

Pada bulan Maret 2020, Amazon mengumumkan akan memberi karyawan bagian pergudangan, pengiriman, dan Whole Foods gaji US$ 2 per jam. Pekerja gudang juga diberi upah lembur ganda. Kenaikan upah dan gaji dua kali lipat berakhir pada Juni.

Sejak itu, para pekerja menyatakan frustrasi, upah mereka dipotong bahkan ketika pandemi terus berlanjut dan mereka masih menghadapi ancaman keselamatan dan kesehatan mereka. Sekelompok karyawan Amazon yang berbasis di California menyebut situasi itu "hidup atau mati," dan mengedarkan sebuah petisi yang menuntut pengembalian upah, cuti sakit dan biaya perawatan anak.

Amazon mempertahankan keputusan untuk mengakhiri kenaikan upah dan melipatgandakan upah lembur, dengan mengatakan premi upah ini diumumkan untuk "membantu memenuhi peningkatan permintaan".

Ketegangan telah meningkat antara Amazon dan pekerja gudang di seluruh AS, di mana karyawan yang mengklaim perusahaan tak cukup memberikan mereka perlindungan dari virus corona.

Amazon sebelumnya mengatakan telah melakukan "upaya besar" untuk menjaga kebersihan fasilitas dan memastikan karyawan mengikuti tindakan pencegahan keamanan yang diperlukan, seperti mengenakan masker, menggunakan pembersih tangan, berlatih menjaga jarak sosial dan tindakan lain.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Penjualan Tesla Kokoh pada Q2-2020


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading