11 Kandidat Vaksin Corona Diuji Klinis, Kapan Bisa Tersedia?

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
18 June 2020 12:55
Julie Janke, a medical technologist at Principle Health Systems and SynerGene Laboratory, helps sort samples for different tests Tuesday, April 28, 2020, in Houston. The company, which opened two new testing locations Tuesday, is now offering a new COVID-19 antibody test developed by Abbott Laboratories. (AP Photo/David J. Phillip)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi corona belum selesai dari muka bumi. Berbagai upaya untuk mengembangkan vaksin Covid-19 terus dilakukan agar umat manusia segera kebal dari infeksi virus ganas ini.

Sudah lebih dari 8,3 juta orang di muka bumi dinyatakan terinfeksi oleh virus corona hingga hari ini. Tak kurang dari 448 ribu jiwa terenggut nyawanya menurut data terbaru dari John Hopkins University CCSE. 

Hingga hari ini vaksin yang efektif masih belum ditemukan. Kini setiap negara terus berpacu dengan waktu agar penangkal yang ampuh segera tersedia untuk publik global. 


Waktu pengembangan vaksin pun dikebut dari yang normalnya butuh 5-8 tahun kini dikebut jadi 12-18 bulan. Setiap tahap pengembangan bahkan dilakukan secara paralel.

Sudah hampir 6 bulan wabah corona terus merebak. Sementara jika dihitung sejak WHO mendeklarasikan wabah corona sebagai pandemi Maret lalu, artinya virus ini sudah menghantui populasi manusia selama 3 bulan.

Sampai dengan 16 Juni 2020, WHO mencatat ada 11 kandidat vaksin yang sedang berada di tahap evaluasi/uji klinis. Kemajuan paling pesat dicatatkan oleh kandidat vaksin hasil kerja sama antara Universitas Oxford dan AstraZeneca. Dari 11 kandidat vaksin mayoritas masih berada di tahap uji klinis fase 1.

Berikut adalah ke-11 kandidat vaksin corona yang berada di tahap evaluasi klinis :

Secara umum dalam pengembangan vaksin ada tiga tahap uji klinis yang harus dilalui. Pada tahap pertama uji dilakukan pada sukarelawan yang sehat untuk menentukan dosis dan keamanan. 

Di tahap kedua, kandidat vaksin akan diujikan pada sejumlah orang yang positif terinfeksi virus corona untuk melihat keampuhannya.

Sementara di tahap akhir uji dilakukan terhadap populasi sampel yang besar untuk menentukan seberapa efektif kandidat vaksin yang dikembangkan sebelum mendapat persetujuan dari otoritas kesehatan terkait. 

Setelah mendapat persetujuan dan tersedia untuk publik, pengembang vaksin harus tetap melaporkan hasil monitoringnya sebagai bagian dari surveilansi dan tahap ini sering disebut juga dengan fase uji klinis tahap 4. 

Lebih lanjut WHO juga mencatat ada setidaknya 127 kandidat vaksin lain yang sekarang berada di tahap evaluasi pre-klinis. Dari 127 kandidat tersebut jenis kandidat vaksin yang dikembangkan pun beragam. Namun jenis yang paling banyak dikembangkan adalah protein subunit yang jumlahnya mencapai 49 atau mencapai 39%.

Berikut adalah rincian proporsi kandidat vaksin yang berada di tahap preklinis berdasarkan jenisnya :

Jika tidak ada kendala yang berarti, maka tahun depan vaksin corona sudah mulai tersedia untuk publik. Hanya saja pengembangan vaksin memang masih menghadapi berbagai tantangan baik di tataran teknis hingga ekonomi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading