Biar Tak Lupa, Ini Cara Penyebaran Virus Corona Versi WHO

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
11 May 2020 09:02
corona
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia belum memperlihatkan tanda-tanda perlambatan. Demi kembali hidup normal kita perlu tahu cara penyebaran virus corona agar bisa mencegah tertular wabah ini.

Menurut data Worldometers pada Senin (11/5/2020) pukul 6:00 WIB, ada 4.174.541 kasus terjangkit, 283.596 kematian, dan 1.469.012 pasien berhasil sembuh secara global.

Virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019. Dalam kurun waktu 6 bulan, virus ini sudah menjalar ke 212 negara dan wilayah lain di seluruh dunia.


Menurut World Health Organization (WHO), COVID-19 menular melalui orang yang telah terinfeksi virus corona. Penyakit dapat menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk.

Tetesan itu kemudian mendarat di sebuah benda atau permukaan yang lalu disentuh dan orang sehat tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut mereka. Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil itu dihirup oleh seseorang ketika berdekatan dengan yang terinfeksi corona.

"Itu sebabnya penting untuk menjaga jarak 1 meter lebih dari orang yang sakit. Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan virus corona COVID-19 bisa menular melalui udara," jelas WHO seperti dikutip dari situsnya, Senin (11/5/2020).

WHO menambahkan gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap.

Namun, beberapa orang yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tak merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19 sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas.

Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin terkena penyakit serius. Orang dengan demam, batuk dan kesulitan bernapas harus mendapat perhatian medis.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading