Avast Hack Check, Cara Cek Akun Tokopedia Bocor Atau Tidak

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
04 May 2020 10:20
Ilustrasi peretasan jaringan internet
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 91 juta data Tokopedia bocor di internet dan diperjualbelikan dengan bebas di Dark Web. Untuk mengecek akun Tokopedia kamu bocor bisa lewat Avast Hack Check.

Avast Hack Check merupakan situs milik perusahaan cybersecurity Avast Software. Situs ini mengecek apakah password pengguna dicuri atau bocor di internet. Pengecekannya menggunakan alamat email.

Dalam keterangan di situs, Avast telah mendeteksi adanya 30 miliar pencurian password yang melalui pelanggaran keamanan atau aktivitas ilegal online lainnya. Layanan pemeriksaan ini diberikan secara gratis.


Untuk menggunakan Avast Hack Check, pengguna tinggal memasukkan alamat email yang digunakan untuk membuat akun Tokopedia dan akun aplikasi lainnya pada dikolom yang telah disediakan.

Hasil pemeriksaannya akan dikirimkan ke alamat email yang telah dicantumkan. Selain memberitahu soal apakah password kamu sudah bocor atau dicuri, Avast juga akan memberitahukan detil soal sejak kapan password bocor atau dicuri.

Informasi saja, manajemen Tokopedia mengakui adanya upaya pencurian data pengguna Tokopedia namun informasi penting seperti password tetap berhasil terlindungi.

"Meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, kami anjurkan pengguna Tokopedia untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan," ujar VP of Corporate Communication Tokopedia, Nuraini Razak.

Nuraini menambahkan Tokopedia menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan OTP yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun. Mereka pun selalu mengedukasi seluruh pengguna untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapapun dan untuk alasan apapun.

"Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO di Tokopedia tetap terjaga keamanannya," ujar Nuraini Razak dalam keterangan pers, Minggu (3/5/2020).

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading