Deretan Start Up yang Cuan di Saat Pandemi COVID-19

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
31 March 2020 07:16
COVID-19 di Indonesia berdampak besar bagi bisnis startup unicorn.
Jakarta, CNBC Indonesia - Tak bisa dipungkiri kalau wabah virus corona COVID-19 di Indonesia berdampak besar bagi bisnis startup unicorn di Indonesia. Wabah ini bisa membuat kenaikan permintaan atau malah penurunan di sektor bisnis startup tertentu.

Salah satunya, Gojek. Kebijakan social distancing dan darurat corona di Jakarta yang meminta karyawan hingga pelajar melakukan aktivitas di rumah, telah membuat bisnis ride-hailing atau transportasi online lesu.




Namun layanan pesan-antar makan atau GoFood mengalami kenaikan karena banyak masyarakat yang memesan makanan. Apalagi mereka tak bisa langsung mengunjungi restoran atau tempat makan.

Chief Public Policy and Government Relations Gojek Group Shinto Nugroho mengatakan bahwa permintaan layanan lainnya seperti GoFood mendapat trafik yang stabil. Terjadi juga peningkatan kunjungan ke fitur GoMed.

"Overall karena social distancing dan WFH (Work From Home) pengguna transport menurun. Tetapi lebih stabil untuk food. kemudian untuk send juga stabil, play stabil dan yang lonjakan tertinggi. Overall penurunan transport paling besar," kata Shinto, pekan lalu.



Bisnis e-commerce seperti Bukalapak dan Tokopedia mendapatkan berkah dari wabah corona. Banyak pusat perbelanjaan yang tutup karena imbauan pemerintah daerah telah membuat pengguna beralih ke belanja online.

Namun demikian, Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal mengungkapkan bahwa memang ada pergeseran pola konsumsi, dari konvensional ke online. Namun, penurunan masih tetap ada.

"Hanya saja ada variasi pertumbuhan e-commerce antara satu jenis produk dengan lainnya. Untuk yang golongan makanan penjualan via e-commerce-nya saya kira masih positif, tapi yang lain-lain, terutama durable goods akan turun," kata Faisal.

Aplikasi yang kurang beruntung adalah online travel agency seperti Traveloka. Startup terpukul bisnis karena tidak banyaknya orang bepergian selama wabah corona, apalagi ada larangan mudik ke kampung halaman.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatkan kalau sampai wabah berlanjut hingga lebaran, diperkirakan terjadi penurunan pemudik 30-60% dan layanan startup travel siap merugi.

"Selain penurunan layanan ride-hailing karena kebijakan pemerintah setempat untuk berada di rumah saja, sektor fintech peer-to-peer lending juga bersiap akan mengalami dampak buruk dari pandemi ini," terang Bhima.

Informasi saja, unicorn adalah gelar yang disandang startup yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar. Meski valuasi besar namun kebanyakan perusahaan ini masih merugi.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading