Dukung Belajar di Rumah, Zenius Gratiskan 80.000 Konten

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
24 March 2020 11:20
Dukung Belajar di Rumah, Zenius Gratiskan 80.000 Konten
Jakarta, CNBC Indonesia- Zenius Education sebagai pionir pendidikan berbasis teknologi di Indonesia memutuskan untuk terus menggratiskan akses ke 80.000 video pembelajaran di seluruh platformnya tanpa terkecuali.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan akses para siswa belajar di rumah secara mandiri dan mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN), di tengah instruksi untuk belajar di rumah yang dikeluarkan sejumlah Pemerintah Daerah. Bukan hanya akses, melalui paket 30 GB Ilmupedia Telkomsel dan XL internet gratis 2GB/ hari, kuota mengakses aplikasi Zenius pun menjadi tanpa biaya.

Rohan Monga, Chief Executive Officer Zenius Education, mengatakan, dalam kondisi saat ini, Zenius berupaya mengerahkan seluruh upaya terbaiknya untuk mendukung kebijakan pemerintah yang sementara waktu harus melakukan kegiatan belajar mengajar jarak jauh.


"Selain dapat diakses secara gratis, mayoritas video pembelajaran dihadirkan dengan format whiteboard yang memerlukan kuota internet paling hemat, sehingga diharapkan dapat memudahkan akses seluruh siswa kelas 1 sampai 12 untuk belajar mandiri dan mempersiapkan diri untuk menghadapi UN," ujar Rohan.



Saat ini, Zenius juga menyediakan akses ke bank latihan soal terbesar untuk bahan pembelajaran mandiri siswa. Guru pun dapat turut membagikan konten berupa video pembelajaran dan latihan soal tersebut kepada siswa dan orang tua murid melalui berbagai platform media sosial yang ada, seperti grup WhatsApp.

Dukung Belajar di Rumah, Zenius Gratiskan 80.000 KontenFoto: Zenius mendukung program belajar dari rumah, dengan konten gratis dan hemat kuota. (Dok. Zenius)


Zenius Hadirkan Kelas Online Live Teaching Lengkap dengan Live Chat

Zenius akhir minggu lalu juga resmi memulai layanan Live Teaching dalam upaya memperkuat dukungannya terhadap kebijakan belajar mandiri di rumah dari pemerintah.

Sesi pengajaran kelas online Zenius dipandu oleh tutor Zenius dari berbagai mata pelajaran dan disiarkan secara langsung.
Lebih dari itu, kelas online Zenius juga dilengkapi dengan fitur Live Chat, sehingga siswa dapat berinteraksi dan memberikan pertanyaan kepada tutor saat proses pengajaran berlangsung.

Layanan kelas online ini pun dapat diakses melalui aplikasi, website, dan youtube Zenius Education. Kelas online live teaching Zenius akan diadakan setiap hari Senin sampai Jumat, mulai pukul 10.00 WIB. Dalam sehari, akan ada dua sesi ajar.

Pertama sesi kelas pagi, dimana proses belajar akan dipandu oleh tutor dari Zenius. Tutor Zenius juga akan memberikan berbagai latihan soal terkait pendalaman pemahaman siswa terhadap topik yang sedang dibahas.

Pada sesi kelas kedua (doubt solving session) yang akan diadakan pada malam hari, tutor akan fokus membahas pertanyaan yang paling banyak ditanyakan oleh siswa di sesi kelas pagi.

Selain kelas online gratis, tutor Zenius juga akan membuat dan mengirimkan rencana belajar harian (Daily Study Plan) ke akun siswa dan orang tua, dimana konten materi yang dikirimkan akan disesuaikan dengan jenjang dan tingkatan kelasnya.

Terhitung hingga Maret 2020, Zenius memiliki lebih dari 80.000 video pembelajaran untuk kelas 1 SD hingga 12 SMA sesuai kurikulum nasional. Tidak hanya video materi yang menekankan pemahaman konsep, Zenius juga menyediakan materi latihan soal serta pembahasan kumpulan soal-soal UN. Seluruh materi ajar ini dapat diakses secara gratis dalam program #SemuaBisaZenius yang diluncurkan pada Desember 2019 silam.

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan, saat ini kerja sama penyelenggaraan pembelajaran secara daring dilakukan dengan berbagai pihak. Mendikbud juga mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan di semua lini pemerintahan daerah serta para mitra di kalangan swasta.

"Dampak penyebaran Covid-19 akan berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Kami siap dukung kebijakan yang diambil Pemda. Keamanan dan keselamatan peserta didik serta guru dan tenaga kependidikan itu yang utama. Kami menghargai mitra-mitra di sektor swasta yang secara sukarela mendukung sistem pendidikan nasional dan memastikan para siswa dapat terus belajar berdasarkan target yang telah ditetapkan oleh guru dan sekolah sesuai kebutuhan dan implementasi pembelajaran dengan bimbingan orang tua dan guru dari jarak jauh," tutur Nadiem.

Sebelumnya, startup pendidikan Zenius Education meraih pendanaan seri A sebesar 20 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 320 miliar, kurs Rp 16.000). Selain Northstar Group, investor lain yang ikut berpartisipasi dalam pendanaan Seri A ini adalah Kinesys Group, dan BeeNext.

Rohan Monga mengatakan pendanaan seri A ini akan semakin mendorong pertumbuhan pesat Zenius, di mana sepanjang 2019 sudah diakses oleh 12,8 juta pengguna unik.

"Zenius berencana memanfaatkan pendanaan ini untuk melipatgandakan pertumbuhan, mengembangkan teknologi tepat guna, dan memperluas jangkauan layanan Zenius ke pelosok Indonesia," kata Rohan.

Founding Partner Kinesys Group Yansen Kamto mengatakan terkesan atas cara Zenius membantu jutaan pelajar di Indonesia dalam bidang akademis maupun pengembangan diri.

"Kami percaya dengan pengalaman selama 15 tahun di dunia pendidikan Indonesia yang dinamis, Zenius akan mampu tumbuh secara signifikan untuk kedepannya. Untuk itu, kami siap mendukung Zenius secara penuh," kata Yansen.

Sejak 2004, Zenius telah menjalani proses selama 15 tahun dalam merumuskan pendekatan belajar dengan teknologi yang mengutamakan pemahaman konseptual dan pembentukan daya nalar, sehingga kompetensi dasar yang ingin dibentuk adalah pemahaman mendalam mengenai konsep keilmuan, bukan hanya soal mengingat dan menghafal.



Dengan begitu, pelajar dan pembelajar diproyeksikan untuk memiliki pola pikir yang baik dan mampu beradaptasi serta mencari solusi atas masalah yang dihadapi.

Saat ini, Zenius juga menyediakan akses ke bank latihan soal terbesar untuk bahan pembelajaran mandiri siswa. Guru pun dapat turut membagikan konten berupa video pembelajaran dan latihan soal tersebut kepada siswa dan orang tua murid melalui berbagai platform media sosial yang ada, seperti grup WhatsApp. (dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading