PHK Lebih dari 200 Karyawan, Ini Dia Sosok Pemilik Zenius

Tech - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
02 July 2022 19:30
ZENIUS

Jakarta, CNBC Indonesia - Startup edukasi Zenius melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 200 karyawan mereka. Hal tersebut terjadi lantaran perusahaan terdampak kondisi makro ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Lantas siapa pemilik dari Zenius? Zenius sendiri didirikan pada tahun 2004 oleh Sabda PS, Wisnu Subekti, dan Medy Suharta. Pada awalnya, Zenius berdiri sebagai bimbingan belajar offline.

Namun demikian, pada tahun 2005, Zenius mulai meluncurkan materi pembelajaran dalam bentuk CD. Materi pembelajaran tersebut difokuskan untuk anak SMA sebagai persiapan masuk SPMB.


Pada 2007 Zenius Education resmi berdiri dan berbadan hukum sebagai perusahaan perseroan terbatas. Lalu pada 2010, Zenius meluncurkan situs pembelajaran pertama di Indonesia melalui Zenius.net

Pada Juli 2019, semua materi dan fitur belajar Zenius sudah bisa diakses melalui Zenius App yang tersedia di Play Store dan App Store.

Seperti diketahui, publik beberapa bulan terakhir ini dikejutkan dengan adanya kabar PHK karyawan yang dilakukan oleh Zenius.

Zenius menyebut, langkah PHK karyawan ditempuh karena perusahaan terdampak kondisi makro ekonomi terburuk. Mereka mengaku perlu melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan.

Dan, salah satu implikasi dari strategi adalah perubahan peran di beberapa fungsi bisnis seiring dengan optimalisasi dan efisiensi proses bisnis yang dijalankan.

"Setelah melalui evaluasi dan review peninjauan ulang komprehensif, Zenius mengumumkan bahwa lebih dari 200 dari karyawan harus meninggalkan Zenius," sebut pihak manajemen Zenius dalam keterangan tertulis.

Perusahaan memastikan seluruh karyawan mendapat hak pesangon setelah PHK dilakukan. Karyawan yang menjadi bagian dari kebijakan ini akan mendapatkan pesangon sesuai dengan Peraturan dan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

"Zenius memahami bahwa ini adalah masa yang sulit bagi karyawan yang terdampak, sehingga perusahaan akan melanjutkan manfaat asuransi kesehatan mereka hingga 30 September 2022, termasuk untuk anggota keluarga mereka." janji pihak manajemen.

Untuk membantu mereka mendapatkan peluang baru, Zenius juga akan membantu mereka dengan membagikan data pribadi mereka kepada perusahaan atau institusi pendidikan lain dengan persetujuan mereka.

Zenius juga menyarankan tim pembuat konten untuk melamar posisi Tentor di cabang Primagama. "Selama proses transisi, Zenius berkomitmen untuk memastikan bahwa semua hak dan dukungan yang dibutuhkan karyawan terdampak terpenuhi sebagaimana mestinya." pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Badai PHK Startup Silicon Valley Mulai Masuk Indonesia?


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading