Bitcoin Terinfeksi Corona, Investor Rugi Rp 22 Juta Semalam

Tech - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
12 March 2020 18:10
Ketakutan investor akan virus corona COVID-19 tak hanya mengguncang pasar saham global, tetapi juga pasar mata uang digital. Nilai Bitcoin terjun bebas.
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketakutan investor akan virus corona COVID-19 tak hanya mengguncang pasar saham global, tetapi juga pasar mata uang digital. Buktinya, nilai cyptocurrency paling populer, Bitcoin terjun bebas hingga mendekati US$6,100 per koin.

Mengutip Coindesk, hingga pukul 18.51 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level US$6.269,22 per koin atau setara Rp 87,77 juta (asumsi Rp 14.000/US$). Ketika dibuka harga Bitcoin berada di level US$7.800 per koin.


Dalam 24 jam terakhir harga Bitcoin sudah anjlok 20,57%. Artinya dalam semalam investor dan trader Bitcoin kehilangan US$1.613,77 per koin atau setara Rp 22,6 juta. Penurunan tajam ini membuat valuasi Bitcoin anjlok ke US$114,52 miliar.


Hari ini, World Health Organization (WHO) secara resmi mengumumkan wabah COVID-19 sebagai pandemi. Kenaikan status ini karena virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini telah menyebar ke sedikitnya 114 negara.

Di mana sebanyak delapan negara di antaranya melaporkan kasus infeksi lebih dari 1.000. Negara-negara itu termasuk Italia, Iran, Korea Selatan, Prancis, Spanyol, Jerman, dan Amerika Serikat (AS).

Pengumuman ini telah memicu kepanikan investor, yang membuat mereka mengalihkan dana yang ke aset save haven. Salah satu yang dipilih adalah emas. Bahkan harga emas sudah menyentuh level US$1.600-an.

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading