Kalah Saing dengan Huawei di Teknologi 5G, Bos Nokia Resign

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
02 March 2020 15:40
Nokia akan mengganti chief executive perusahaan untuk meningkatkan penetrasi dalam teknologi 5G guna menghadapi persaingan sengit dari Huawei dan Ericsson.
Jakarta, CNBC Indonesia - Nokia akan mengganti chief executive perusahaan untuk meningkatkan penetrasi perusahaan dalam jaringan seluler 5G guna menghadapi persaingan sengit dari Huawei (China) dan Ericsson (Swedia).

Mulai 1 September 2020, Pekka Lundmark akan menjadi chief executive Nokia menggantikan Rajeev Suri. Pekka Lundmark sebelumnya merupakan chief executive Fortum sebuha perusahaan asal Finlandia.


Nokia memang kesulitan mengembangkan bisnis 5G padahal Huawei sedang tertekan karena kebijakan dan kampanye yang dilakukan pemerintah Donald Trump. Bahkan Huawei masih diperhitungkan sebagai pemenang dalam persaingan teknologi seluler selanjutnya ini.


Hal ini membuat investor semakin skeptis dengan Rajeev Suri yang sudah memimpin perusahaan selama 6 tahun. Hal ini dindikasikan dari penurunan harga saham lebih dari sepertiga dari harga saham di awal tahun.

Nokia mengungkapkan Rajeev Suri sudah mengindikasikan akan mengundurkan diri bila ada rencana suksesi di dalam perusahaan. Manajemen Nokia mendeskripsikan Pekka Lundmark sebagai pencipta nilai pemegang saham dalam proses bisnis ke bisnis perusahaan.

"Nilai-nilai yang kuat, inovasi terdepan dan komitmen teguh kepada pelanggan selalu menjadi inti Nokia dan saya ingin menjadikan ini sebagai pusat kami saat kami bergerak maju," ujar PekkaLundmark, seperti dilansir dari Financial Times, Senin (2/3/2020).

Huawei dimasukkan AS ke dalam daftar hitam (blacklist) karenaperangkatnya dianggap bisa disusupi China untuk tindakan spionase negara lain. AS juga mendesak sekutunya untuk tidak menggunakan perangkat 5G milikHuawei. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading