Duh! AS Sebut Huawei Punya Akses Mata-matai Jaringan Seluler

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
12 February 2020 14:55
AS menyatakan Huawei memiliki akses melalui pintu belakang (backdoor) ke jaringan telekomunikasi dunia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) menyatakan Huawei Technologies memiliki akses melalui pintu belakang (backdoor) ke jaringan telekomunikasi dunia. Akses ini didapat dari infrastruktur telekomunikasi yang menggunakan perangkat dari raksasa China.

Otoritas AS mengklaim backdoor ini telah ada sejak 2009 ketika Huawei mulai menjual perangkat 4G ke seluruh dunia. Backdoor tujuan awalnya guna penegakan hukum di komponen jaringan seperti base stations, antena dan switching gear.


Menurut Otoritas AS, backdoor ini dirancang agar bisa digunakan Huawei. Meskipun tidak ada bukti backdoor tersebut pernah digunakan, operator telekomunikasi yang membeli peralatan Huawei tidak mengetahui akan adanya akses terlarang ini.


"Kami punya bukti Huawei memiliki kemampuan untuk mengakses informasi sensitif dan pribadi secara diam-diam dalam sistem yang dipelihara dan dijual oleh Huawei di seluruh dunia," ujar Robert O'Brien kepada Wall Street Journal, seperti dilansir dari The Verge, Rabu (12/2/2020).

Laporan ini datang satu tahun AS menjatuhkan sanksi kepada Huawei. Pada Mei 2018, AS memasukkan Huawei ke daftar hitam (blacklist) dengan alasan keamanan nasional di mana perangkat Huawei bisa diakses oleh pemerintah China untuk memata-matai negara lain. AS juga telah mendesak sekutunya agar tidak menggunakan perangkat 5G milik Huawei.

Tudingan ini sudah berkali-kali dibantah oleh Huawei dengan menyatakan tidak memiliki hubungan dengan pemerintah China dan tidak akan menyerahkan data kepada pemerintah.

Chief Security Officer Huawei Technologies USA, Andy Purdy membantah laporan tersebut.

"Kami menyangkal dengan keras tuduhan yang menyebut memiliki kemampuan itu," ujarnya Andy Purdy. "Kami juga menyangkal pernah mengakses informasi pelanggan atau data pelanggan dengan tidak tepat."

Andy Purdy menduga tudingan ini tidak mengejutkan mengingat setahun terakhir AS terus memberikan tekanan pada Huawei yang berkaitan dengan perang dagang AS-China.

"AS tidak mau mempertimbangkan fakta dan bukti, dan mereka akan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk memblokir kemampuan kami untuk menyediakan produk ke jaringan komunikasi di seluruh dunia."

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading