Efek Negatif Teknologi: Derasnya Barang Impor & Cyber Crime

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
11 February 2020 12:37
Efek Negatif Teknologi: Derasnya Barang Impor & Cyber Crime
Jakarta, CNBC IndonesiaBank Indonesia (BI) menerangkan bahwa inovasi teknologi membuat e-commerce dan fintech mendapat peningkatan yang signifikan. Namun itu juga melahirkan risiko bagi laju perekonomian negara.

"Pangsa e-commerce terhadap penjualan ritel global meningkat hampir dua kali lipat dari 7,4% dari 2015 menjadi 14,1% pada tahun 2019. Ini didukung dari tiga aspek yaktu perkembangan teknologi, customer experience, dan munculnya model bisnis yang men-disrupsi sistem pembayaran," ungkap, Filianingsih Hendarta, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, di Jakarta, (11/2/2020).


Fenomena melesatnya perkembangan teknologi seperti IoT (internet of things), big data analytics, kecerdasan buatan dan machine learning serta robotika,menurutnya dapat memunculkan risiko bagi perekonomian negara.


"Namun risiko tetap akan ada. Seperti derasnya barang impor khususnya barang konsumsi dan kejahatan siber," jelas Filianingsih.

Walau begitu, ia menjelaskan bahwa Indonesia sendiri cukup adaptif dengan perkembangan teknologi, posisi Indonesia sekarang adalah negara pengguna internet terbesar keempat di dunia dengan 171 juta pengguna.

Selain itu berkembangnya teknologi dalam sistem pembayaran yaitu fintech peer to peer lending membuat pergeseran model bisnis yang dahulu didominasi perbankan.

"Kalo dulu bank mendominasi. Namun kini non-bank, pemain baru seperti fintech, kini mulai merambah ke sistem pembayaran yang dulu dilakukan bank," kata Filianingsih.

"Dalam 5 tahun ke belakang tidak terbayang akan terjadi, namun pergeseran model bisnis dalam sistem pembayaran sekarang non bank makin banyak digunakan bisa dilihat dari volume transaksi tertinggi di Indonesia adalah non bank," tambahnya.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading