Kemenhub Bicara Tarif Ojol Maxim yang Resahkan Grab-Gojek

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
11 February 2020 11:20
Kemenhub Bicara Tarif Ojol Maxim yang Resahkan Grab-Gojek
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan soal kasus demo driver Grab dan Gojek kepada ojek online Rusia Maxim yang menerapkan tarif lebih murah dari yang ditetapkan pemerintah. Konflik ini terjadi pada Januari 2020 lalu.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengungkapkan awal terjadi keributan di Solo dan Makassar antara driver ojol dengan Maxim karena tarif perusahaan Rusia ini lebih rendah dan berdampak pada aplikasi lain.


"Dari sana saya panggil mereka. Tiga kali saya panggil mereka dan minta mengikuti aturan yang ada. Waktu itu mereka minta satu bulan untuk menyesuaikan [tarif] tetapi saya bilang tidak bisa dan harus segera diikuti karena dampak sosialnya cukup tinggi bagi masyarakat yang ada di daerah," ujar Ahmad Yani kepada CNBC Indonesia, Selasa (11/2/2020).


Ahmad Yani menambahkan selain meminta mengikuti aturan yang ada, Kemenhub juga menyurati Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku. Bentuknya berupa penghentian sementara aplikasi (suspensi) bila tidak segera menyesuaikan.

"Kami memang menghindari konflik-konflik ini makanya kami segera memanggil mereka untuk menyesuaikan [tarif]," jelas Ahmad Yani.

Kasus ini akhirnya selesai setelah Maxim menyesuaikan tarif dengan aturan yang berlaku. Penyesuaian tarif ini dilakukan Maxim pada 22 Januari 2020.

"Tarif baru Maxim ini telah berlaku di seluruh wilayah operasi Maxim yang tersebar di 24 daerah di Indonesia. Dengan langkah tersebut, Maxim telah mentaati peraturan yang berlaku di Indonesia," ujar Juru Bicara Maxim Havara Evidanika ZF dalam keterangan resmi.

[Gambas:Video CNBC]



(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading