Ketika Warung Kelontong Jadi Buruan Bank & Startup

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
10 February 2020 19:11
Jumlah warung kelontong di Indonesia diperkirakan mencapai 50 juta yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Bukti warung kelontong makin menjadi primadona dalam perputaran roda ekonomi tercermin juga dalam GrabKios, yang dulunya bernama Kudo. Di bawah bendera Grab Indonesia, GrabKios juga bakal menerapkan pembayaran dengan sistem Quick Response Code Indonesian atau QRIS.

Head of GrabKios, Agung Nugroho mengatakan tahun ini GrabKios bakal menyediakan alternatif metode pembayaran yang lebih mudah bagi pelanggannya. "Ini inisiatif yang penting untuk inklusi keuangan," ujarnya baru-baru ini.


GrabKios juga mengandalkan warung kelontong untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah. Warung kelontong di bawah naungan GrabKios juga memungkinkan masyarakat untuk melakukan berbagai macam transaksi diantaranya adalah pembelian pulsa dan paket data, token listrik, pembayaran tagihan seperti air, listrik, telepon, multifinance, hingga pendaftaran mitra pengemudi Grab.


Bahkan tahun ini, GrabKios akan mengeluarkan layanan terbarunya, mulai dari produk asuransi untuk warung, hingga menyediakan pembelian voucher game. 

Setali tiga uang dengan warung mitra Bukalapak dan GrabKios, BRI juga mengandalkan warung kelontong sebagai jembatan untuk meningkatkan transaksi elektronik melalui agen BRILink. Layanan BRILink ini merupakan perluasan layanan BRI yang menjalin kerjasama salah satunya dengan nasabah BRI pemilik warung kelontong.

Pemilik warung yang sudah menjadi agen BRILink akan menyediakan layanan perbankan serta layanan keuangan lainnya yang bisa dilakukan tidak melalui jaringan kantor. Transaksinya juga bermacam-macam, mulai dari pembelian pulsa, tarik tunai, belanja merchant, hingga pembayaran tagihan bulanan.

Bahkan, Direktur Utama BRI Sunarso menyebut mayoritas nasabah Bank mandiri sudah beralih menggunakan transaksi di e-channel dan online. Bahkan transaksi perbankan di cabang BRI saat ini tak lebih dari 10% dari total transaksi.

"Transaksi mayoritas sudah ke online. Di cabang transaksi tidak lebih dari 10% dan 90% bergeser ke online," jelasnya.



(roy/roy)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading