Fitch Beri Outlook Negatif Untuk Telko, Gara-gara 5G?

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
16 January 2020 20:28
Fitch Beri Outlook Negatif Untuk Telko, Gara-gara 5G? Foto: Ilustrasi 5G (Dok cnnindonesia.com)
Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi nirkabel generasi ke lima atau sering disebut 5G sedang dalam tahap pengembangan. Namun Fitch malah memberikan outlook negatif untuk sektor telekomunikasi, salah satunya karena menghadapi era pengembangan teknologi 5G.

Berselancar di dunia maya, aktivitas mengunduh file, foto hingga video dengan kecepatan internet yang tinggi tanpa lelet adalah dambaan setiap orang. Semakin canggihnya perkembangan teknologi memfasilitasi impian setiap orang untuk terwujud semakin di depan mata. Kini 5G hadir untuk menjawab mimpi itu.


Teknologi 5G memungkinkan kita untuk mengunduh video dengan ukuran 1 GB dengan kecepatan sekedipan mata. Teknologi ini juga memungkinkan teknologi canggih lain seperti kecerdasan buatan (AI), Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) semakin berkembang.


Namun untuk mengembangkan teknologi ini harus merogoh kocek yang tak sedikit. Pada fase ini perkembangan teknologi 5G sangatlah pesat. Ongkos 5G di berbagai belahan dunia bervariasi mulai dari yang paling murah seperti di Spanyol, Finlandia dan Cheko yang berada di rentang US$ 0,02-0,05 per MHz per kapita hingga yang mahal seperti US$ 0,4 per MHz per kapita di Itali untuk jenis C-Band.
Fitch Beri Outlook Negatif Untuk Telko Gara-gara 5G?
Dengan berkembangnya 5G ini, maka belanja modal (capex) untuk 5G perusahaan juga diproyeksikan meningkat. Padahal belanja modal sektor telekomunikasi juga sudah tergolong besar. Di beberapa negara seperti India dan  Filipina, rasio belanja modal terhadap pendapatan perusahaan sektor telekomunikasi dapat mencapai lebih dari 40%.
Fitch Beri Outlook Negatif Untuk Telko Gara-gara 5G?
Tingginya belanja modal ini serta kemungkinan peningkatan belanja modal untuk 5G menjadi salah satu pertimbangan yang juga disorot Fitch. Selain itu adanya utang perusahaan memberikan tekanan untuk arus kas perusahaan. Inilah yang membuat Fitch memberikan outlook negatif pada sektor telekomunikasi.

"Kebanyakan (perusahaan) yang dijumpai di pasar Asia Pasifik (APAC) membukukan arus kas bebas (free cash flow) negatif, adanya utang semakin memperburuk kondisi terutama dalam menghadapi era investasi 5G" tulis laporan tersebut.

Saat ini Fitch memberikan outlook negatif untuk sektor telekomunikasi empat negara yaitu India, Singapura, Thailand dan Filiphina. Berikut ini adalah perusahaan telekomunikasi yang menerbitkan surat utang yang menjadi watch list dari Fitch.
Fitch Beri Outlook Negatif Untuk Telko Gara-gara 5G?




TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading