Kok Bisa Google Tak Lagi Jadi Mesin Pencari Utama Android?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 January 2020 11:23
Kok Bisa Google Tak Lagi Jadi Mesin Pencari Utama Android?
Jakarta, CNBC Indonesia - Mulai 1 Maret 2020, Google tak lagi jadi mesin pencari (seach engine) utama di ponsel baru Android. Google harus menyediakan opsi bagi pengguna untuk menjadikan search engine lain di ponsel.

Aturan ini berlaku di kawasan Uni Eropa dan Google pun sudah mengeluarkan daftar search engine alternatif yang paling banyak digunakan. Pilihan terbanyak jatuh ke DuckDuckGo, Info.com, PrivacyWall, Qwant dan Yandex, seperti dilansir dari Android.com, Rabu (15/1/2020).


Melansir CNBC International, kebijakan ini merupakan konsekuensi dari sanksi yang dijatuhkan regulator antimonopoli Uni Eropa kepada Google karena terbukti menggunakan software Android untuk mematikan persaingan. Google dikenakan denda US$5 miliar.


Regulator antimonopoli UE memutuskan Google terbukti mengarahkan pengguna Android untuk menggunakan seach engine milik sendiri dan melemahkan kompetitor. Android menguasai 80% lebih pasar ponsel di dunia.

Kok Bisa Google Tak Lagi Mesin Pencari Utama Android?Foto: Google mengenang atlet bulutangkis Indonesia (alm) Minarni Soedayanto. (google)

"Google telah menggunakan Android sebagai kendaraan untuk memperkuat dominasi search engine," ujar Margrethe Vestager, komisaris kompetisi UE. "Praktik-praktik ini telah membatasi kesempatan pesaing untuk berinovasi dan bersaing."

Dalam perjanjian antara Google dan vendor smartphone, ponsel yang menggunakan Android harus menginstal aplikasi pencarian Google dan browser Chrome jika ingin mendapatkan lisensi Play Store. Aplikasi ini diberikan secara gratis. Selain itu ada 11 aplikasi yang akan terinstal otomatis di ponsel android termasuk Maps, Gmail, dan Documents.


Regulator UE juga menyebut Google melakukan tindakan ilegal selama 20011-2014 dengan membayar perusahaan yang secara eksklusif pre-install aplikasi Google Search pada ponsel. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah pembuat ponsel menjual Android versi modifikasi.

Menanggapi sanksi ini, CEO Google Sundar Pichai mengatakan Android telah meningkatkan kompetisi bukan mengurangi. Pengguna Android masih bisa menghapus aplikasi yang sudah diinstal sebelumnya dengan mengunduh aplikasi pihak ketiga alternatifnya.


Sundar Pichai mengatakan produsen ponsel juga dapat memilih untuk memodifikasi Android. Android memiliki aturan kompatibilitas untuk memastikan produk developer aplikasi berfungsi lintas perangkat.

Informasi saja, meski Google tidak menghasilkan uang secara langsung dari Android, Google mendapatkan hasil dari iklan melalui search serta Chrome, Maps, dan Gmail. Perusahaan menyajikan iklan di dalam aplikasi dan menggunakan data yang dikumpulkannya dari pengguna untuk menargetkan iklan di seluruh platformnya.

Google juga mendapat tambahan pendapatan dari unduhan aplikasi atau berlangganan melalui Play Store.

"Sejauh ini, model bisnis Android yang kami terapkan tidak membebankan biaya pada pembuat ponsel atas teknologi kami, atau bergantung pada model distribusi yang dikendalikan secara ketat," jelas Sundar Pichai dalam blog Google.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading