Tak Hanya Drone, AS juga Miliki Senjata Militer Canggih Ini

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
10 January 2020 09:46
Tak hanya banyak, alutsista militer AS juga canggih-canggih. Wajar kalau dinobatkan sebagai kekuatan militer nomor wahid di bumi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran berikan serangan balik untuk AS dengan hujani pangkalan militer AS di Irak setelah kematian Jenderal Qassem Soleimani akibat serangan drone AS. Tak hanya punya drone, ternyata AS juga kembangkan alutsista super canggih lainnya.

Amerika sebagai negara dengan perekonomian terbesar di muka bumi punya anggaran militer yang sangat besar. Menurut studi yang dilakukan oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), pengeluaran AS untuk kebutuhan militer mencapai US$ 649 miliar pada 2019.

Angka tersebut setara dengan 3,2% output perekonomian Paman Sam dan hampir setara dengan 65% PDB RI. Sehingga wajar saja kalau AS leluasa untuk kembangkan teknologi militer super canggih.




Salah satu yang dimiliki AS adalah drone MQ-9 Reaper yang digunakan untuk membunuh pimpinan militer Iran Qassem Soleimani Jumat pekan lalu. Drone senilai Rp 898,8 miliar ini memiliki teknologi yang canggih.

MQ-9 Reaper mampu membawa 4 misil Hellfire yang berdaya ledak cukup besar dan mampu hancurkan tank. Pesawat tanpa awak ini mampu terbang di ketinggian 50.000 kaki dan memiliki daya jelajah 1.150 mil.

Selain digunakan untuk menyerang, drone ini juga punya fungsi lain. MQ-9 Reaper dapat digunakan sebagai alat pengintai terhadap target berprofil tinggi, sensitif terhadap waktu dan dapat digunakan untuk operasi perang yang tak teratur. Salah satu kecanggihan lain drone ini adalah mampu terbang dengan hening.

Drone mematikan ini mulai diperasikan oleh AS pada 2007 lalu. Pada September 2015 Angkatan Udara AS memiliki 93 drone MQ-9 Reaper di gudang senjatanya.

Baca'Drone Pembunuh Soleimani Vs Roket Iran, Canggih Mana?'

Dengan anggaran dan pengeluaran militer yang paling besar di dunia, drone bukanlah satu-satunya senjata canggih yang dimiliki AS. AS terus melakukan riset dan pengembangan untuk mempercanggih alutsistanya. Berikut ini adalah tiga teknologi militer canggih yang dikembangkan AS, melansir situs Military.com :

HoloLens

HoloLens merupakan lensa yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AS). di akhir 2018, militer AS menandatangani kontrak senilai US$ 479 juta dengan HoloLens Headset dari Microsoft untuk pengembangan teknologi AR pada headset yang akan dipakai oleh pasukan tempur darat (infanteri).

Idenya adalah memberikan kemampuan infanteri dapat melacak posisi musuh maupun armor yang dimiliki hanya dengan memasang lensa atau perangkat seperti kacamata tersebut di kepala. Sehingga dapat dijadikan sebagai teknologi pengintai sekaligus pelacak.

Robot Pertempuran

Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), tengah mengembangkan Squad X Experimentation, sebuah teknologi robotik yang digunakan untuk infanteri maupun armada angkatan laut mereka.

Menurut situs resmi DARPA teknologi ini dapat digunakan untuk mendeteksi serangan. Dalam serangkaian tes yang dilakukan di Twentynine Palms, California, AS korps marinir yang menggunakan teknologi ini mampu melakukan sinkronisasi manuver, menggunakan kendaraan otonom untuk mendeteksi ancaman dari berbagai domain seperti fisik, elektromagnetik maupun cyber.

Misil Hipersonik

AS memang masih bisa dibilang agak tertinggal dengan Rusia dan China untuk urusan misil hipersonik. Perlu diketahui, misil hipersonik merupakan misil yang melaju dengan kecepatan super tinggi bahkan lebih cepat dari suara.

Dengan kecepatan yang tinggi, gesekan yang terjadi antara misil dan udara menimbulkan temperatur yang tinggi dan berpotensi mengakibatkan ledakan. Masalah teknis tersebut sedang ditangani AS dengan jalan mencari material yang dapat meminimalkan kenaikan temperatur yang signifikan.

Dengan banyaknya alutsista yang dimiliki dan kecanggihannya, wajar saja taring militer AS jadi yang paling ditakuti dan dinobatkan sebagai militer terkuat di planet bumi. 



TIM RISET CNBC INDONESIA

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading