Berharta Rp 1.523 T, Bill Gates Sebut Ekonomi Tak Adil

Tech - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
07 January 2020 15:39
Berharta Rp 1.523 T, Bill Gates Sebut Ekonomi Tak Adil
Jakarta, CNBC IndonesiaBill Gates mengeluarkan pernyataan kontroversial. Kekayaannya yang mencapai $ 108,8 miliar atau sekitar Rp 1.523,2 triliun dan menduduki posisi orang terkaya ke-dua di dunia menunjukkan adanya ketidakadilan dalam ekonomi.


"Ketimpangan antara mereka yang pendapatan tinggi dengan yang berpendapatan rendah di Amerika Serikat (AS) kini jauh lebih besar daripada 50 tahun lalu," tulis Bill Gates dalam postingan blognya yang dilansir dari CNBC International, Selasa (7/1/2020).


Menurut indeks Gini Biro Sensus A, ketimpangan pendapatan Amerika kini berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade.


"Beberapa orang memang berhasil mendapatkan kesepakatan (gaji) yang bagus, sementara itu banyak orang lain yang berjuang keras untuk mendapatkannya," terangnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Bill Gates menyarankan pemerintah AS menaikkan pajak yang memengaruhi orang kaya di negeri itu.

"Untuk sistem pajak, jika Anda memiliki lebih banyak uang, Anda membayar persentase pajak yang lebih tinggi.  Saya pikir orang kaya harus membayar lebih dari yang mereka lakukan sekarang, dan itu termasuk Melinda dan saya," ujarnya. Melinda merujuk pada istri Bill Gates.

Secara khusus, ia mengatakan harus ada pajak capital gain yang lebih tinggi (pajak keuntungan investasi), yang akan mempengaruhi orang kaya.

Tidak ada satu pun orang terkaya di dunia yang memperoleh kekayaan hanya dengan berprofesi sebagai orang kantoran yang digaji, karena itu Bill Gates percaya pemerintah harus mengalihkan lebih banyak beban pajak ke modal (capital) daripada tenaga kerja.

"Saya tidak melihat alasan untuk mendukung meraup kekayaan daripada bekerja seperti yang kita lakukan hari ini.  Ini bukti paling jelas yang saya lihat bahwa sistem ini tidak adil," katanya.

Pengusaha teknologi dan investor Mark Cuban juga menyoroti bagaimana perbedaan kelas antara investor dan buruh yang diupah yang merupakan faktor dalam kesenjangan kekayaan.


"Jika seseorang dibayar per jam mereka akan selalu ketinggalan. Dan tanpa distribusi pendapatan maka kesenjangan akan semakin melebar," kata Cuban kepada Recode Decode pada Mei.

[Gambas:Video CNBC]



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading