Terheboh di 2019

Demi Kejar Pajak Netflix, Sri Mulyani & Johnny Plate Bersatu!

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
01 January 2020 16:32
Bukan Hanya RI, Ini Negara Yang Kejar Pajak Netflix

Bukan Hanya RI, Ini Negara Yang Kejar Pajak Netflix

Perlu diketahui, Netflix disebut hanya membayar pajak tak kurang 1% dari pendapatannya pada 2018 ke negara Australia. Padahal, tahun lalu pendapatan Netflix dari negeri kanguru itu mencapai US$ 600 juta (Rp 8,4 triliun) hingga US$1 miliar (Rp 14 triliun). Itu artinya, pajak yang dibayarkan cuma 0,06% dari pendapatan terendah dan 0,04% jika diukur dari pendapatan tertinggi.

Financial Review melaporkan dan dilansir CNBC Indonesia, Selasa (29/10/2019), hal ini terjadi karena Netflix menggunakan struktur perusahaan yang memungkinkan anak usaha mereka di Belanda menarik pendapatan di Australia.

Di Australia, pelanggan Netflix tidak membayarkan tagihan kepada perusahaan lokal yang terhubung dengan Netflix. Pelanggan membayarkan tagihan ke Netflix International BV, perusahaan berbasis di Belanda, yang merupakan anak usah dari Netflix Inc.


Netflix Australia hanya bertindak sebagai collection, pemprosesan pembayaran, dan pengiriman konten pendukung.

Atas layanan ini Netflix Australia menagihkankan jasa layanan ke Netflix International BV.

Pada 2018 Netflix International BV membayarkan ke Netflix Austalia US$12,1 juta. Angka ini naik dari US$6,5 juta dari tahun 2017. Pendapatan inilah yang diakui sebagai pendapatan lokal perusahaan, menurut dokumen yang diajukan ke Australian Securities and Investment Commission. Tahun lalu Netfix Australia melaporkan laba bersih US$400.129. Angka ini naik dari tahun 2017 yang mencapai US$255.988.

Selain itu, Pada awal Oktober lalu, Reuters memberitakan bahwa otoritas pajak Negeri Pizza akan mulai membuka pemeriksaan terhadap Netflix. Menurut mereka, Netflix harus membayar pajak di Italia meski tidak punya kantor di sana. Sebab infrastruktur digital (kabel, komputer, dan sebagainya) yang digunakan Netflix ada di Italia.

Pihak Netflix pun bereaksi. Hastings, yang merupakan CEO Netflix, pada 8 Oktober menyatakan bakal membuka kantor di Italia dan menjadi pembayar pajak. Kebetulan Netflix telah mengikat kerja sama dengan Mediaset (konglomerasi media milik eks Perdana Menteri Silvio Berlusconi) untuk membuat film bagi penonton di Italia.

Kemudian pada 10 Oktober, pemerintah Italia mengungkapkan bakal memperkenalkan pajak baru pada 2020 yaitu web tax. Tarifnya adalah 3%, dan pemerintah memperkirakan bisa mengumpulkan penerimaan sekitar EUR 600 juta (Rp 9,33 triliun dengan kurs saat ini) per tahun.

"Pajak harus dikenakan atas keuntungan yang dibuat di mana pun," tegas Roberto Gualtieri, Menteri Perekonomian Italia.

Web tax di Italia akan dibebankan kepada perusahaan teknologi dengan pendapatan minimal EUR 750 juta (Rp 11,66 triliun) per tahun dan buat perusahaan penyedia layanan digital dengan pendapatan EUR 5,5 juta (Rp 85,5 miliar) per tahun. Awalnya aturan ini bakal berlaku 2019, tetapi diundur menjadi tahun depan.

[Gambas:Video CNBC]

RI Kecolongan, Netflix Tak Pernah Bayar Pajak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading