Kok Bisa Warga +62 Suka Nonton Web Streaming Ilegal IndoXXI?

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
30 December 2019 15:54
Ditutupnya situs IndoXXI, memunculkan polemik di kalangan masyarakat dan kebanyakan netizen merasa kecewa.
Jakarta, CNBC Indonesia - Ditutupnya situs IndoXXI oleh pemerintah yang dicap sebagai situs web streaming dan situs torrent pengunduh film gratis yang ilegal, memunculkan polemik di kalangan masyarakat dan kebanyakan netizen merasa kecewa.

"Just my opinion tho :) ada banyak film yg kelewat ditonton dan abis itu ga tayang di tv, atau ga lewat di bioskop Indonesia sama sekali. Mungkin misal pemerintah mau bikin situsnya sendiri? Atau tayangin di tv? Apapun deh. Ga harus di IndoXXI. Ga semua orang punya uang buat ke bioskop," ujar @dahmakanlom.

Lebih dari itu, ada netizen yang membandingkan pengelolaan IndoXXI dengan situs pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS). Betapa tidak, belakangan situs CPNS beberapa kali eror karena kebanyakan diakses dalam waktu bersamaan.


"Tapi serius deh, pemerintah kita harusnya aware sama kecekatan pengurus IndoXXI. Mau dihajar jutaan orang dalam waktu yang sama juga gak bakal down. Situs CPNS mah gak ada apa-apanya," tulis pemilik akun @HabisNontonFilm.


Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menjelaskan bahwa  faktor 'gratis' membuat banyak netizen menyukai situs streaming film ilegal. Ia juga berpesan bahwa Pemerintah harus mengedukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghargai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Yang mendasari sih jelas, bisa menonton tayangan atau film yang diinginkan secara gratis. Namun kita harus menghargai hak atas kekayaan intelektual atau hak cipta orang lain," ujar Heru kepada wartawan CNBC, (30/12/2019).

"Kalau yang mau gratis kan ada bisa lihat vlog Youtuber seperti Atta Halilintar, keluarga Anang Hermansyah, keluarga Rafi Ahmad dan lainnya," sambungnya.

Informasi tambahan, Survei terbaru YouGov mengungkap kebiasaan netizen dalam mengkonsumsi film. Ternyata 63% warganet di Indonesia menonton situs web streaming atau situs torrent. Sebagian besar menonton situs IndoXXI.

Survei yang ditugaskan Coalition Against Piracy (CAP) menunjukkan 35% pengguna ISD mengakses situs IndoXXI (lite). Sebagian besar pengakses situs ini berada dalam usia 18-24 tahun.

Lainnya, 29% menggunakan TV box yang dapat digunakan untuk melakukan streaming konten televisi dan video atau film bajakan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), Chand Parwez sangat menyayangkan dengan hasil temuan survei tersebut kalau masyarakat Indonesia lebih menyukai konten ilegal yang bisa mengancam data diri pribadi karena berisi malware.

"APFI terkejut dengan hasil studi baru yang ditugaskan oleh CAP yang mengungkap 63% dari konsumen online Indonesia telah mengakses situs pembajakan dan situs torrent," kata Ketua APFI Chand Parwez  seperti dikutip dari detik.com, Senin (23/12/2019).

"Pencurian konten dari penciptanya tidak dapat disangkal menyakiti industri kreatif Indonesia. Situs web ilegal ini juga berisiko tinggi pengguna terkena malware," sambungnya.

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading