Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu Pendukung Trump, Kenapa?

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
23 December 2019 10:55
Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu Pendukung Trump, Kenapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Facebook dilaporkan telah menghapus lebih dari 600 akun, grup, dan halaman palsu yang digunakan untuk membuat konspirasi dan citra yang baik untuk Trump di platformnya.

Akun palsu yang telah dihapus tersebut kebanyakan memposting hal-hal yang berbau anti-komunis dan mengagung-agungkan Trump. Diketahui pula, mereka ternyata memiliki keterkaitan dengan jaringan The Beauty Life atau yang dikenal The BL yang juga memiliki hubungan dengan Epoch Times, sebuah media yang resmi mendeklarasikan pro-trump.

NBC News melaporkan bahwa Epoch Times menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mendorong postingan berbagai kisah politik Trump yang terorganisir melalui jaringan yang dijalankan oleh pengguna Vietnam yang berpura-pura menjadi orang Amerika di Facebook yang terdiri dari 89 halaman, 156 grup, dan 72 akun Instagram yang mengumpulkan lebih dari 55 juta pengikut.


"Investigasi kami mengungkap bahwa kegiatan ini ada hubungannya dengan Epoch Media Group, organisasi media yang berbasis di AS, dan individu di Vietnam yang bekerja atas namanya," kata Facebook dalam sebuah pernyataan resminya, dikutip dari Business Insider, (23/12/2019)


Jaringan itu juga muncul di Twitter, di mana seorang juru bicara Twitter mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa pihaknya telah menangguhkan sekitar 700 akun dan sedang menyelidiki asal-usul mereka.

Epoch Times sendiri merupakan salah satu pembeli iklan terbesar pro-Trump di Facebook yang menghabiskan dana lebih dari US$ 1,5 juta untuk iklan Facebook pro-Trump sepanjang 2019, kedua setelah kampanye Trump itu sendiri.

Stephen Gregory, penerbit Epoch Times edisi AS, membantah pernyataan Facebook bahwa akun-akun yang terkoneksi dengan The BL tidak ada sangkut pautnya dengan Epoch Times.

"The Epoch Media Group tidak memiliki koneksi dengan situs web BL," kata Stephen. The Epoch Times dan The BL perusahaan media tidak terafiliasi. BL didirikan oleh seorang mantan karyawan, dan mempekerjakan beberapa mantan karyawan kami."

Lewat laporan para peneliti independen dari Graphika dan the Atlantic Council's Digital Forensic Research Lab (DFRLab), menemukan bahwa jaringan dari pengguna, grup, dan halaman palsu tersebut menggunakan kecerdasan buatan untuk menghasilkan foto profil palsu.

"Lusinan akun palsu ini memiliki gambar profil yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan, ini merupakan penyebaran skala besar pertama terkait wajah palsu yang kami ketahui," tulis para peneliti, dikutip dari Forbes, (23/12/2019).

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading