Sadis & Kejam, Akun Prank Order Fiktif Akan 'Dikebiri' Grab!

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
01 December 2019 12:55
Sadis & Kejam, Akun Prank Order Fiktif Akan 'Dikebiri' Grab!
Jakarta, CNBC Indonesia - Maraknya prank order fiktif yang sempat meramaikan jagat maya beberapa waktu belakangan ini tentu sangat merugikan para pengemudi (driver) ojek online. Kini masalah tersebut sudah ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Salah satu pihak tersebut adalah Manajemen Grab Indonesia yang angkat bicara dengan mengatakan pihaknya bakal menindak tegas pengguna Grab yang terbukti melakukan order fiktif. Sebagai pengguna, hak-nya tak akan sungkan dikebiri oleh  Grab Indonesia. 


"Kami juga akan melakukan peninjauan aktivitas pelanggan dan mengambil langkah tegas berupa penangguhan hingga penonaktifan akun pengguna Grab yang terbukti melakukan order fiktif," kata Head of Marketing GrabFood & New Business, Grab Indonesia, Ichmeralda Rachman seperti dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (29/11/2019).



Dalam keterangan tersebut juga mengatakan, Grab mengimbau pelanggan untuk menghargai kerja keras mitra pengemudi dalam menjalankan pekerjaannya. Jika pelanggan menerima peredaran informasi yang melibatkan GrabFood, maka disarankan untuk selalu mengecek kebenaran informasi tersebut.




"Sebelum meneruskannya ke pihak lain dengan meneruskan ke tim Customer Experience kami untuk segera ditindaklanjuti," tambahnya.


Belakangan marak aksi gurauan alias prank dilakukan oleh YouTuber terhadap driver ojek online demi konten. Aksi ini dilakukan dengan memesan makanan melalui aplikasi, namun ketika driver sudah hampir mencapai lokasi si pemesan akan membatalkan pesanan tersebut.


Jumlah total pemesanannya pun lumayan besar, berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Dikutip dari detikcom, ada salah satu driver ojol yang sudah sampai lokasi dengan makanan tersebut malah dibatalkan pesanannya.


Driver tersebut duduk di pos dekat rumah YouTuber itu dan terlihat meneteskan air mata. Beberapa kali driver itu menyeka air matanya. Namun tak lama, si YouTuber yang memberikan prank tersebut keluar dan menjadikan kesedihan driver sebagai konten videonya.


Meski mengundang banyak penonton, nyatanya aksi prank ini banyak dikecam oleh netizen hingga sempat melahirkan tagar Say No To Prank pada laman Twitter. Prank yang dilakukan bermacam-macam, mulai dari order layanan pesan antar makanan fiktif, hingga antar mayat menggunakan taksi online.

Jika melihat pada laman youtube dan melakukan pencarian, akan banyak sekali video serupa yang diunggah oleh berbagai akun. Ceritanya seragam, seperti prank mengantar mayat dengan memesan taksi online. Sangat disayangkan karena ide yang dinilai merugikan ini bahkan menjadi percontohan bagi para pembuatan konten di Youtube.

Salah satu akun di Twitter bahkan menyebut jika ada yang lebih penting dari sekedar Prank yang punya tujuan tertentu yaitu kemanusiaan.

"There is something more important than your number of viewers, it is called humanity. (Ada yang lebih penting dari jumlah penonton, yaitu kemanusiaan)," ujar akun @Dindasyv dalam akun Twitternya. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading