Fintech Ciptakan Demokratisasi Sektor Keuangan, Setuju?

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
28 November 2019 16:11
Fintech Ciptakan Demokratisasi Sektor Keuangan, Setuju?
Jakarta, CNBC Indonesia - Seiring bertambahnya jumlah pengguna Internet di Indonesia menjadi salah satu faktor Fintech semakin tersohor.

Menurut laporan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) total penyelenggara fintech P2P lending terdaftar dan berizin sebanyak 144 perusahaan. Jumlah itu bertambah 17 perusahaan dibandingkan posisi sebelumnya per 30 September 2019.

Lewat acara Indonesia Digital Conference (IDC) yang diadakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia, (28/11/2019), Dicky Wijaya, CEO Investree, mengatakan kalau Fintech datang karena adanya kesulitan konsumen untuk kredit di bank.


"Fintech peer to peer lending ada atau tumbuh pesat karena adanya kredit gap, untuk setingkat individu atau UMKM dirasa sangat sulit untuk kredit di bank karena membutuhkan beberapa regulasi persyaratan yang rumit," Ujar Dicky.


Fintech model peer to peer ini di Indonesia juga makin bertambah, hingga kini ada 17 fintech baru seperti yang dikutip dari keterangan resmi OJK, perusahaan penyelenggara fintech itu adalah DUMI, Dynamic Credit Asia, Pundiku, TEMAN PRIMA, OK!P2P, DOEKU, Finsy, Mopinjam, BANTUSAKU, KlikCair, AdaModal, KONTANKU, IKI Modal, ETHIS, Kapital Boost, PAPITUPI SYARIAH, dan Berkah Fintek Syariah.

Dalam acara IDC, Karaniya Dharmasaputra, Presiden OVO, menambahkan kalau Fintech dapat merangkul semua tatanan masyarakat.

"Fenomena fintech datang membuat demokratisasi dalam sektor tertentu seperti online/digital payment, jadi seseorang bisa menyimpan uang tanpa harus membuka rekening bank dahulu."

Bahkan, Eddie Danusaputra, CEO Mandiri Capital, menyatakan pandangannya bahwa kolaborasi dengan start-up fintech diperlukan. "Sampai saat ini kami sudah berinvestasi dibanyak start-up fintech, ini bukan tentang persaingan."


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading