Dampak Ekonomi Digital ke Profesi Keuangan: Robot Beraksi

Tech - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
08 October 2019 16:16
Dampak Ekonomi Digital ke Profesi Keuangan: Robot Beraksi Foto: Sekjen Kemenkeu Hadiyanto dalam acara Indonesia Knowledge Forum VIII 2019 (CNBC Indonesia/Lidya Julita S)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai profesi keuangan saat ini tidak terlepas dari disrupsi akibat era digitalisasi. Maka jika tidak melakukan perubahan atau inovasi-inovasi mengikuti digitalisasi bahkan bisa digantikan oleh robot.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto mengatakan, dampak dari ekonomi digital bagi profesi keuangan terutama adalah adanya perubahan bisnis proses yang membuat metode konvensional dalam memberikan jasa tidak lagi sepenuhnya relevan untuk diterapkan.

Menurutnya ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi profesi keuangan di era digital saat ini. Untuk itu, profesi keuangan mau tidak mau harus melakukan sistem digitalisasi dalam memberikan jasa profesional.


"Jika anda tidak terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan merespon cepat terhadap perubahan, maka anda sekalian akan menjadi tertinggal dan bisa jadi dalam 5 tahun ke depan, jasa penilaian, akuntasi maupun aktuaria akan digantikan oleh robot yang menggunakan sistem algoritma dalam menjalankan tugasnya," ujarnya di Gedung Dhanapala, Selasa (8/10/2019).

Dampak Ekonomi Digital ke Profesi Keuangan: Robot BeraksiFoto: Sekjen Kemenkeu Hadiyanto dalam acara Indonesia Knowledge Forum VIII 2019 (CNBC Indonesia/Lidya Julita S)


Dia menjelaskan, dengan adanya era digital serta munculnya perusahaan digital dan start-up, standar pelaporan keuangan harus menyesuaikan agar dapat meng-capture data-data atau nilai-nilai non keuangan yang dimiliki perusahaan digital tersebut.

Lebih lanjut, ia mencontohkan profesi lain yang juga sangat mungkin tergantikan oleh robot adalah aktuaris.

"Profesi aktuaris juga tidak terlepas dari disrupsi akibat era digitalisasi. Perkembangan teknologi mengakibatkan munculnya inovasi-inovasi baru dalam industri asuransi, yang dapat menggantikan peran aktuaris oleh profesi lain," tegasnya.

Oleh karenanya, reformasi pada standar pelaporan keuangan harus dikembangkan dengan melakukan penyesuaian dalam mekanisme pelaporan khususnya dalam penilaian, pengukuran dan pengakuannya terhadap asset tak berwujud. Melakukan penambahan terhadap pelaporan keuangan dengan menambahkan informasi-informasi non keuangan yang terintegrasi (integrated reporting). (dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading