Gojek Diizinkan Mengaspal di Malaysia, Pengusaha Taksi Protes

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
21 August 2019 20:57
Gojek Diizinkan Mengaspal di Malaysia, Pengusaha Taksi Protes
Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan Kabinet Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang memberi lampu hijau beroperasinya Gojek di Malaysia diprotes pengusaha taksi konvensional. Keputusan ini dianggap sebagai langkah mundur.

Protes tersebut disampaikan oleh Pendiri Big Blue Taxi Shamsubahrin Ismail. Bahkan ia mengancam akan mengadakan aksi protes jika proposal tersebut disetujui pemerintah Malaysia.


"Saya sendiri yang akan memimpin protes, kita akan pergi ke Putrajaya, dan jika mungkin, kita akan melakukannya di depan rumah Syed Saddiq (Menteri Pemuda dan Olahraga) dan rumah Loke (Menteri Transportasi)," kata Shamsubahrin Ismail dalam konferensi pers yang berlangsung hari ini (21/8/2019) dan dikutip dari Free Malaysia Today.


"Gojek menjadi karier tidak akan menjamin masa depan yang menjanjikan, anak muda kita pantas mendapatkan yang lebih baik dari itu."

Foto: Gojek (dok Gojek)

Shamsubahrin mengungkapkan Malaysia dan Indonesia memiliki banyak perbedaan termasuk budaya. Atas dasar itu dia menilai seharusnya pemerintah Malaysia tidak mendorong anak mudah untuk menjadi ojek online sebagai mata pencarian.

"Gojek bisa dilakukan di Indonesia karena tingkat kemiskinannya sangat tinggi, tidak seperti di Malaysia. Budaya mereka juga sangat berbeda dibandingkan dengan kita. Di Indonesia, wanita dapat memeluk driver (sebagian besar pengendara adalah pria) begitu saja tetapi bagaimana dengan Malaysia? Apakah kita ingin melihat wanita kita memeluk driver di sana-sini? " ujarnya.


Dia mengatakan ada banyak pekerjaan permanen lainnya yang bisa ditawarkan kepada kaum muda.

"Gojek, FoodPanda, GrabFood semuanya menawarkan pekerjaan paruh waktu. Sebaliknya, kaum muda harus diberikan kesempatan kerja yang lebih baik," tambahnya.


Dia memperingatkan kebijakan ini akan memengaruhi pengemudi taksi, pengemudi e-hailing dan sopir bus

"Ini akan menjadi kesalahan besar jika Kabinet setuju. Ini bukan ancaman tetapi jangan berpikir bahwa popularitas PH (Partai Pakatan Harapan) akan meningkat atau dapat memenangkan pemilihan umum berikutnya, "tambahnya.



(roy/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading