Rancangan Anggaran Selandia Baru Diserang Hacker, Kok Bisa?

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
29 May 2019 12:56
Rancangan Anggaran Selandia Baru Diserang Hacker, Kok Bisa?
Wellington, CNBC Indonesia - Pemerintah Selandia Baru, Rabu (29/5/2019), mengatakan serangan siber secara "sistematis" dan "disengaja" telah menyebabkan bocornya dokumen keuangan rahasia. Hal memalukan itu terjadi menjelang rilis anggaran pekan ini.

Menteri Keuangan Gabriel Makhlouf mengatakan dirinya telah mengajukan kasus tersebut kepada polisi atas saran dinas intelijen.



Makhlouf mengatakan peretas menyerang sistem pemerintah 2.000 kali dalam waktu 48 jam dalam upaya yang sebagian berhasil untuk mendapatkan dokumen yang berkaitan dengan anggaran. Padahal, mengutip AFP, dokumen itu baru akan dirilis Kamis.

"Seseorang berhasil menembus dan mendapatkan beberapa informasi, bukan seluruh anggaran," katanya kepada Radio Selandia Baru, Rabu.

Makhlouf tidak tahu apakah serangan cyber itu berasal dariĀ Selandia Baru atau luar negeri. Ia mengatakan hal itu adalah masalah yang harus diungkap oleh polisi.

Dia juga menolak pendapat "mutlak" dari kubu oposisi Partai Nasional bahwa data itu dirilis secara tidak sengaja oleh staf Departemen Keuangan. Partai oposisi itu telah menerbitkan rincian anggaran yang bocor pada Selasa.

Rancangan Anggaran Selandia Baru Diserang Hacker, Kok Bisa?Foto: Ilustrasi Hacker/Aristya Rahadian Krisabella

"Apa yang saya temukan adalah upaya berulang, gigih, sistematis, dan disengaja untuk mengakses sistem kami," kata Makhlouf.

Dokumen anggaran adalah rahasia yang dijaga ketat dan Makhlouf mengatakan departemennya memperlakukan pelanggaran keamanan dengan sangat serius.

Dokumen tahun ini adalah anggaran "kesejahteraan" pemerintah sayap tengah-kiri, yang katanya adalah upaya pertama di dunia untuk mengubah cara dalam menghitung kemajuan ekonomi dan menempatkan pembangunan manusia di atas pertumbuhan ekonomi.

Pemimpin nasional Simon Bridges menolak untuk mengatakan dari mana informasi yang ia terbitkan berasal. Ia juga membantah pihaknya bertanggung jawab atas peretasan tersebut.




"Kami telah bertindak sepenuhnya dengan sepantasnya. Kami tidak melakukan apa pun yang ilegal," katanya kepada wartawan.

Informasi aktual yang dikeluarkan sebagai hasil peretasan cukup biasa, termasuk peningkatan bantuan asing dan pengeluaran pertahanan, serta pembentukan Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Mental. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading