Fraud dan Opik Kembali Marak, Grab Lakukan Ini

Tech - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
17 May 2019 17:04
Fraud dan Opik Kembali Marak, Grab Lakukan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Grab, decacorn berbagi tumpangan pertama di ASEAN, akan meningkatkan tim anti fraud regional dari 120 orang hingga berjumlah 200 orang pada akhir tahun ini. Hal ini dilakukan untuk mengantispasi gencarnya serangan kecurangan terhadap perusahaan digital.

Foo Wui Ngiap, Head of trust, identity, safety and information security Grab, mengatakan tim akan menambah lebih banyak talenta ahli teknologi termasuk ilmuwan data, analis risiko dan operasi, dan manajer produk untuk menangani kegiatan penipuan yang "end-to-end".

Penipuan menjadi perhatian karena Grab "masuk ke platform play", yang membutuhkan perlindungan yang lebih baik. Ketika kita memperbesar jejak kaki kita, ini membentuk dasar yang kuat bagi kita untuk menghindari kapal yang bocor," katanya, seperti dikutip dari Business Times, Jumat (17/5/2019).



Langkah Grab ini dilakukan setelah 3 warga Singapura di Pengadilan pada hari Rabu (15/5/2019) karena tuduhan pembayaran penipuan yang melibatkan layanan GrabHitch. Orang-orang tersebut dikatakan telah melakukan lebih dari 300 transaksi penipuan, menghasilkan pembayaran lebih dari 5.600 dolar Singapura.

Polisi Singapura menyatakan selama Februari hingga April 2019, Grab mendeteksi setidaknya 13 akun pengemudi dengan lebih dari 2.000 transaksi penipuan dengan kerugian lebih dari 41.800 dolar Singapura.

Meski menolak berkomentar tentang kasus tersebut, Foo menyatakan bahwa penipu semakin canggih. Di beberapa pasar regional, misalnya, Grab telah melihat "pasar gelap" untuk akun pengemudi, di mana akun palsu dijual kepada pengemudi yang telah dilarang di Grab.

Salah satu modus penipuan terbesar yang dilihat Grab adalah penyalahgunaan insentif, di mana pengemudi mengatur beberapa akun dan berpura-pura melakukan banyak perjalanan dalam bentuk tunai. Akhirnya penipu mendapatkan pembayaran bonus.


Teknik penipuan lainnya termasuk adalah menggunakan GPS palsu untuk membuat seolah-olah penipu telah melakukan perjalanannya. Selain itu juga ada aplikasi Grab Palsu yang diperoleh di luar toko aplikasi resmi.

Sementara banyak kasus penipuan berada di segmen ride hailing, banyak penjahat mengincar segmen yang tumbuh tinggi seperti pengiriman makanan. Contoh penipuan yang terjadi adalah mendirikan restoran palsu.

Saksikan Video Alasan Grab Jadi Super App
[Gambas:Video CNBC]


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading