Hati-hati! Facebook akan Beri Sanksi ke Grup Penyebar Hoaks

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
11 April 2019 11:27
Hati-hati! Facebook akan Beri Sanksi ke Grup Penyebar Hoaks
Jakarta, CNBC Indonesia - Facebook mengumumkan beberapa pembaruan yang dirancang untuk mengurangi konten disinformasi atau hoaks di dalam platform.

Salah satu pembaruan yang menonjol adalah fitur Grup di mana Grup yang "berulang kali berbagi informasi yang salah" akan dibatasi penyebarannya di News Feed.

Perubahan ini dianggap penting karena berkaca pada pemilihan umum (pemilu) AS 2016 di mana beberapa Grup mendistribusikan propaganda dan informasi yang salah.


Facebook juga melakukan perubahan kecil tentang pengecekan fakta. Associated Press sudah mulai memeriksa fakta di beberapa video di AS, dan Facebook akan mulai memasukkan "Trust Indicators" ketika pengguna mengklik untuk melihat konteks di sekitar publikasi.

Indikator-indikator tersebut berasal dari The Trust Project, sebuah kelompok yang dibangun oleh organisasi media berita yang membuat keputusan tersebut.

Beberapa fitur di WhatsApp yang dirancang untuk mengurangi kesalahan informasi tersedia ke Messenger. Facebook mengatakan sudah mulai menggulirkan indikator untuk memberi tahu orang-orang ketika pesan telah diteruskan kepada mereka, dan "tombol konteks," sehingga orang dapat mencari lebih detail tentang informasi yang telah mereka kirim.

The Verge melaporkan pada 10 April 2019, Facebook telah berusaha untuk mengatasi ini setelah pemilu AS 2016. Caranya dengan menambahkan pemeriksaan fakta, membatasi penyebaran informasi-informasi bermasalah dan menandai informasi permasalah tersebut sebagai fake (palsu).

Namun, masalah penyebaran informasi bohong tetap terjadi. Berikut beberapa pembaruan yang dilakukan Facebook:
  • Alat pemblokiran yang lebih perinci di Messenger.
  • Memungkinkan pengguna menghapus posting dan komentar dari grup, bahkan setelah meninggalkan grup.
  • Mengurangi penyebaran konten berbahaya di Instagram.
  • Meningkatkan pengawasan terhadap moderasi grup ketika menentukan apakah suatu kelompok melanggar aturan.
Simak video soal data pengguna yang bisa diakses karyawan facebook di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading