Tips Sukses Bos Men's Republik Kembangkan Bisnis Lewat Medsos

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
28 March 2019 17:28
Tips Sukses Bos Men's Republik Kembangkan Bisnis Lewat Medsos
Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan dalam bisnis jual beli online makin menjamur. Produk yang dijual beragam, mulai dari fashion, makanan dan minum, jasa hingga social enterpreneur. Pertanyaannya, bagaimana bisa bertahan di tengah gempuran banyaknya brand serta perusahaan sejenis?

CEO Men's Republic, Yasa Singgih mengatakan jika pandai melihat peluang adalah salah satu kuncinya. Dia mencontohkan, sepatu sekelas Men's Republic yang dijual brand lain, bisa dibanderol hingga jutaan rupiah di mall. Sebaliknya, Men's Republic berani menjual kualitas yang sama seharga Rp400 ribuan saja.

"Pemain brand lokal di Indonesia ketika saya memulai ini belum banyak. Saya rasa ini peluang, akhirnya Saya stay jual brand saya sendiri," katanya saat memaparkan pengalamannya di Workshop Thinkubator, Kamis (28/3/2019).


Yasa Singgih bahkan sempat "galau", lantaran harus memilih apakah tetap fokus menjual brand miliknya atau menjual produk buatannya di pelapak online. Namun, opsi kedua urung dilakukannya, sehingga tetap memilih membawa bendera Men's Republic menjadi brand andalannya.

"Kalau saya jual ke pelapak lain, apa bedanya dengan E-commerce lain. Tentu saya akan kalah kalau bersaing dengan e-commerce yang sudah lebih dulu," katanya lagi.

Akhirnya, berbekal ilmu dari sang Ayah yang sebelumnya bekerja untuk perusahaan sepatu selama 30 tahun, dirinya mantap membesarkan Men's Republic. Tahun 2014 adalah cikal bakal berdirinya brand ini sampai akhirnya sekarang punya delapan toko offline di beberapa wilayah.

Seperti kebanyakan bisnis lainnya, Men's republic juga memanfaatkan media sosial yaitu instagram untuk menjaring pelanggan. Bahkan di awal bisnisnya, Yasa harus menggunakan lebih dari 10 ponsel yang digunakan untuk berinetraksi dengan pelangganya. Kini sudah berubah,  bahkan menurutnya, ada hal yang membuat brand ini berbeda.

"Akun media sosial di Instagram misalnya juga sebagai media, yang tak hanya jualan tapi bisa cari tahu seperti apa fashion untuk laki-laki," katanya.

Menjalani bisnis ini tak lantas membuat Yasa berhasil. Dirinya bahkan mengaku sempat gagal. Bahkan tak seperti kebanyakan startup serta bisnis lainnya yang bisa memperoleh suntikan dana dari investor.

"Saya coba dan gagal, lalu coba lagi. Semua saya mulai sendiri, dan belum ada investor selama empat tahun berjalan," ungkapnya.

Informasi saja, ajang Thinkubator yang digelar hari ini merupakan wadah untuk startup yang ingin mengembangkan perusahaannya. Startup-startup ini mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari ahlinya, orang-orang yang telah sukses merintis usaha.

Ajang yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ini sukses menggaet banyak startup untuk mendaftar dan ikut meramaikan workshop Thinkubator. Pada puncak acara besok, enam dari ribuan peserta yang terpilih bakal mengantongi uang senilai total Rp 3 miliar.

Simak video peluncuran Program Thinkubator di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading