Internasional

Negara Bagian Malaysia Mau Haramkan Game PUBG!

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
19 March 2019 09:14
Pemerintah Malaysia harus segera mempertimbangkan untuk melarang permainan PUBG karena memiliki dampak negatif pada anak-anak dan remaja.
Jakarta, CNBC Indonesia - Game perang online The PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) harus dilarang karena mendorong generasi muda ke arah terorisme dan mengikis rasa kasih sayang untuk orang lain.

Hal tersebut disampaikan oleh pemimpin negara bagian di Malaysia, Negri Sembilan Mufti Datuk Mohd Yusof Ahmad. Ia juga mengatakan pemerintah Malaysia harus segera mempertimbangkan untuk melarang permainan PUBG karena memiliki dampak negatif pada anak-anak dan remaja.


"Saya yakin game ini telah direncanakan dengan sengaja sejak lama," katanya, mengutip laporan New Straits Times, Selasa (19/3/2019).


"Tujuannya adalah membentuk pikiran generasi muda agar menikmati perang, untuk bertarung dan menikmati kegiatan yang ganas," tambahnya.

Dia mengatakan permainan itu tidak pantas untuk umat Islam dan harus disingkirkan karena mudah diakses dan dapat dimainkan oleh siapa saja di laptop ataupun ponsel.

"Pemerintah harus memperhatikan karena game sekarang dimasukkan sebagai bagian dari esports," katanya.

"Bukan tidak mungkin senjata api dapat dengan mudah diakses suatu hari. Pikirkan konsekuensinya jika PUBG menjadi bagian dari kehidupan anak muda kita," tambahnya.

Negara Bagian Malaysia Mau Haramkan Game PUBG!Foto: SEACA merupakan kompetisi elektronik sports (eSport) tingkat Asia Tenggara dengan merebutkan total hadiah senilai Rp 1,4 milyar. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Pernyataannya itu disampaikan setelah beredar laporan bahwa game tersebut dan game tembak-tembakan lainnya telah menginspirasi pelaku penembakan kejam di Christchurch, Selandia Baru, Jumat kemarin (15/3/2019).

Pelaku penembakan yang merekam aksinya layaknya game tersebut telah membuat 50 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.


Namun, saat dimintai tanggapan mengenai penembakan massal di Christchurch itu, Ahmad mengatakan hal itu terjadi karena ada kebencian terhadap Islam.

"Para pemimpin dunia adalah orang-orang yang menciptakan Islamophobia... Jika orang-orang di atas membenci Islam, tidak mengherankan bahwa orang-orang di bawah mereka akan mengikutinya," jelasnya.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading