Perkembangan Teknologi

Deretan Aplikasi Ini Dibeli Google untuk 'Dibunuh'

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
29 January 2019 18:13
Deretan Aplikasi Ini Dibeli Google untuk 'Dibunuh'
Jakarta, CNBC Indonesia - Mengakuisisi startup untuk mengadopsi teknologi yang dimiliki atau mengambil sumber daya manusia yang dimiliki kemudian mematikan startup tersebut seperti menjadi salah satu strategi pengembangan bisnis yang dilakukan Google Inc.

Baru-baru ini merebak rumor Google berpotensi mematikan Waze, aplikasi peta yang diakuisisi US$966 juta, setelah Google memasukkan dua fitur andalan Waze ke Google Maps.

Berikut aplikasi yang dibeli Google kemudian dimatikan yang dirangkum dari berbagai sumber:


Urchin

Menilik ke belakang langkah tersebut pernah dilakukan Google pada aplikasi Urchin. Ini merupakan program yang membantu menganalisis traffic dari situs perusahaan.

New York Post melaporkan, Google mengakuisisi Urchin pada 2005 dengan nilai transaksi yang tidak dipublikasi. Google menggunakan teknologi Urchin untuk menyempurnakan layanan Google Analytics yang diluncurkan pada 2005.

Pasca-akuisisi pengembangan Urchin berjalan sangat lambat. Pada 2012, Google mengumumkan tidak lagi menjual Urchin kepada perusahaan. Aplikasi inipun mati dengan sendiri.

Aardvark

Google mengakuisisi Aardvark pada 2010 silam seharga US$50 juta. Aardvark merupakan social search engine yang menjadi pesaing Quora. Namun Google tidak pernah melakukan pengembangan yang berarti pada Aardvark meski memiliki potensi yang besar.

Techcrunch melaporkan, Google malah mengalihkan sebagian besar tim Aardvark untuk pengembangan proyek Google+. Pada 2012, Google mematikan Aardvark. Adapun Google+ dimatikan pada 2018 karena adanya dugaan kebocoran data.


(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading