Internasional

Data Facebook Juga Pernah Dibobol Cambridge Analytica

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
01 October 2018 10:26
Data Facebook Juga Pernah Dibobol Cambridge Analytica
Jakarta, CNBC IndonesiaFitur "View As" yang rentan digunakan para hacker mengambil alih 50 juta akun mengingatkan kembali kasus kebocoran data facebook yang dilakukan lembaga Cambridge Analytica sebuah lembaga konsultasi politik asal Inggris.

Badan riset politik Cambridge Analytica dituduh memanfaatkan 87 juta data pribadi pengguna akun Facebook tanpa izin untuk kepentingan kampanye pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada tahun 2016. 


Data tersebut dikumpulkan melalui kuis-kuis yang ditebar lembaga ini melalui facebook. Pengguna yang mengisi data dalam kuis psikologis tersebut langsung diproses oleh Cambridge Analityca.


Skandal pencurian dana ini diungkapkan oleh Christopher Wylie.

"Kami menggunakan Facebook untuk mengumpulkan profil jutaan orang. Dan membangun model yang dapat mengeksploitasi apa yang kami ketahui tentang mereka dan menargetkan kebencian dalam hati mereka. Itu adalah dasar dari mengapa perusahaan ini dibangun," ujarnya kepada Observer yang dikutip AFP.

Cambridge Analytica diketahui dibiayai hingga US$15 juta (Rp 206,3 miliar) oleh miliuner AS Robert Mercer yang juga seorang donor besar untuk Partai Republik, partai penyokong Trump. 

Observer melaporkan perusahaan itu dipimpin oleh Steve Bannon, seorang penasihat Trump sebelum dipecat tahun lalu, pada masa kampanye itu.

"Di tahun 2015, kami mengetahui bahwa ... Kogan telah berbohong pada kami dan melanggar Kebijakan Platform kami dengan meneruskan data dari sebuah aplikasi yang menggunakan data login Facebook kepada SCL/Cambridge Analytica, sebuah firma yang bergerak di bidang politik, pemerintahan, dan militer di seluruh dunia," tulis Facebook dalam sebuah post hari Jumat (16/3/2018) malam waktu setempat.

Aplikasi buatan Kogan, thisisyourdigitallife, menawarkan tes prediksi kepribadian dan menjelaskan dirinya di Facebook sebagai sebuah aplikasi riset yang digunakan para psikolog.

Sekitar 270.000 orang mengunduh aplikasi itu dan secara otomatis membuka akses informasi, seperti kota tempat mereka tinggal dan konten yang baru saja mereka "like", untuk Kogan.

"Namun, aplikasi itu juga mengumpulkan informasi teman Facebook para penggunanya dan menyebabkan adanya akumulasi data dari puluhan juta pengguna," Observer melaporkan.
Foto: Facebok (Edward Ricardo)



(ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading