Perkembangan Teknologi

Terbukti Monopoli, Grab & Uber Kena Denda Rp 141,6 M

Tech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
24 September 2018 11:34
Terbukti Monopoli, Grab & Uber Kena Denda Rp 141,6 M
Singapura, CNBC Indonesia - Pengawas persaingan usaha Singapura telah mendenda Grab dan Uber SG$13 juta (Rp 141,6 miliar) setelah upaya merger dua perusahaan transportasi online tersebut. Otoritas mengatakan kesepakatan itu telah menyebabkan berkurangnya kompetisi secara signifikan dalam pasar aplikasi berbagi tumpangan (ride-hailing).

Uber didenda SG$6,58 juta sementara Grab didenda SG$ 6,42 juta. Komisi Persaingan Usaha dan Konsumen Singapura (CCCS) mengatakan hukuman dikenakan untuk "menghalangi merger yang terselesaikan dan tidak dapat dibatalkan yang merusak persaingan".

[Gambas:Video CNBC]
Dalam menjatuhkan denda, CCCS mengatakan pihaknya mempertimbangkan turnover perusahaan, kultur, durasi dan keseriusan pelanggaran serta faktor-faktor mitigasi, Channel News Asia melaporkan hari Senin (24/9/2018).


Pada 26 Maret 2018, Grab mengumumkan akuisisi operasi Uber di Asia Tenggara. Keesokan harinya, CCCS mengatakan mereka akan membuka penyelidikan terhadap transaksi tersebut untuk menentukan apakah kesepakatan itu melanggar hukum antimonopoli.



Sebagai bagian dari laporan investigasi, CCCS juga menekankan bahwa Grab meningkatkan harga setelah mengakuisisi kompetitornya, Uber.

Otoritas menemukan bahwa tarif Grab di luar promosi, telah naik antara 10% sampai 15% setelah kesepakatan akuisisi.

CCCS juga mengatakan telah menerima "banyak keluhan" tentang tarif dan komisi dari mitra pengendara dan pelanggan.

Grab juga mengubah kebijakan program loyalitas Grab Rewards, seperti mengurangi jumlah poin yang didapatkan oleh pengendara per dolar yang didapatkan. Hal ini juga berdampak pada pengurangan jumlah dan frekuensi promosi dan insentif pengendara.

Barang Unik yang Pernah Tertinggal di Uber CarFoto: Aristya Rahadian Krisabella
Barang Unik yang Pernah Tertinggal di Uber Car
CCCS juga menemukan, Grab saat ini menguasai 80% pangsa pasar.

"Efek kekuatan koneksi" juga mempersulit kompetitor lainnya untuk tumbuh di pasar yang sama, ditambah lagi dengan perjanjian eksklusif Grab pada perusahaan-perusahaan taksi, mitra penyewaan mobil, dan pengendaranya.

CCCS juga mengumumkan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah kompetisi dan mengurangi dampak pada pengendara dan pengguna karena perjanjian tersebut, Senin (24/8/2018).

Mereka memerintahkan Grab untuk menghapus perjanjian eksklusif dengan pengendara dan taksi. Pengendara Grab harus bebas untuk menggunakan aplikasi berbagi tumpangan manapun, katanya.

CCCS juga meminta Grab untuk mempertahankan algoritma pengenaan biaya dan komisi pengendara seperti sebelum merger.

Uber akan diwajibkan untuk menjual seluruh mobil di bawah unit rentalnya yang bernama Lion City Rentals ke kompetitor yang "mempunyai tawaran wajar berdasarkan nilai pasar yang adil", kata CCCS.



"Merger yang akan mengurangi persaingan secara substansial, dilarang oleh CCCS. Mereka juga telah mengambil tindakan terhadap merger Grab-Uber karena menghapus rival terbesarnya, untuk menguasai pengendara dan penumpang singapura," kata Toh Han Li, CEO CCCs.

"Perusahaan-perusahaan dapat melanjutkan inovasi dalam pasarnya, dengan tidak menggunakan merger yang antikompetisi" (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading