Startup

Coder Cilik Asal Indonesia Ini Berhasil Pikat Hati Bos Apple

Tech - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
11 June 2018 16:38
Jakarta, CNBC Indonesia - Meski usianya baru 10 tahun, namun bocah cilik asal Indonesia Yuma Soerianto telah mencetak prestasi. Bagaimana tidak, murid sekolah Midle Park Primary School di Melbourne telah menarik perhatian CEO Apple Tim Cook dalam Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Jose (AS).

Yuma, merupakan peserta termuda minggu ini di Worldwide Developers Conference. Acara terbesar Apple ini merupakan ajang berkumpul mereka yang berkecimpung di industri aplikasi, dan Yuma Soerianto baru pertama kalinya menghadiri konferensi tersebut.

Yuma mulai menyukai coding sejak usia enam tahun karena menurutnya  pekerjaan rumah di sekolah kurang menantang. Dia menciptakan aplikasi pertamanya tahun lalu dan saat ini sudah punya lima aplikasi yang dipajang di App Store.


Beberapa aplikasi itu adalah Let's Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck dan Pocket Poke. Salah satu aplikasi ciptaannya yakni Hunger Button membantu keluarganya menemukan restoran terdekat untuk makan malam, dan Let's Stack, yang merupakan permainan yang melibatkan tumpukan kotak yang dia buat setelah melihat sebuah gim arcade di Taman Luna St Kilda.

Namun aplikasi yang langsung membuat Cook terkesan saat ini adalah yang dibuatnya dengan cepat di penerbangan dari Australia untuk membantu orang tuanya menghasilkan harga barang dengan menambahkan pajak penjualan lokal dan melakukan konversi mata uang saat mereka berbelanja suvenir dalam perjalanan.

"Sangat keren, itu hebat dan Anda melakukan ini ketika Anda berada di pesawat dari Australia ke AS? Wow. Anda dapat membuat aplikasi dalam satu jam. Saya terkesan. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang Anda lakukan selanjutnya," ujar Cook kepada Yuma setelah melihat demo aplikasinya.

Yuma belajar kode pemrograman Swift yang dia gunakan untuk membuat aplikasi dengan mengikuti kursus online dari Stanford University. Dia juga turut membantu anak-anak lain, dan orang dewasa, belajar mengkode melalui saluran YouTube-nya, Anyone Can Code.

Kendati baru berumur sepuluh tahun, dia merupakan anak kecil dengan ambisi besar. Terbukti ketika ditanya apa yang akan dia ciptakan di masa mendatang dan dia mengaku ingin membuat aplikasi yang dapat merevolusi dunia. 

"Aku ingin menjadi Batman. Saya bercanda, sebenarnya saya ingin membuat aplikasi yang dapat merevolusi dunia. Dan saya juga ingin mengajarkan dunia coding dan membuat orang-orang menjadi pengkodean," kata dia.

Ciptakan aplikasi gratisan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading