Wamenkeu Juda Dorong Penggunaan AI Buat Awasi Investasi Dana Haji
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mendorong penggunaan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan dana haji.
Ada tiga manfaat yang dijelaskan Juda bisa diraih dalam pemanfaatan teknologi dan AI dalam pengelolaan dana haji.
Manfaat pertama adalah pengelolaan investasi dan perlindungan risiko yang lebih baik dengan dukungan teknologi. Namun, kapabilitas ini harus didukung oleh keamanan siber yang kuat, perlindungan data, dan akuntabilitas manusia.
"Platform digital dan penerapan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab dapat meningkatkan pemantauan portofolio, memperkuat manajemen risiko, mendeteksi transaksi yang tidak wajar, serta membuat pelaporan menjadi lebih tepat waktu," ujar Juda di Fund Hajj Forum 2026 di JICC, Jakarta pada Kamis (15/10/2026).
Selain itu, pemanfaatan teknologi diyakini Juda akan membuat layanan lebih baik bagi jemaah haji. Menurutnya, teknologi harus menjadikan lembaga lebih mudah diakses, responsif, dan akuntabel.
"Layanan digital dapat menyederhanakan administrasi, meningkatkan akses terhadap informasi, dan membuat perjalanan keuangan jemaah menjadi lebih transparan," kata Juda.
Manfaat ketiga dalah membuat ekosistem menjadi lebih kuat. Adapun ekosistem yang dimaksud Juda mencakup lebih dari sekadar pengelolaan dana, di dalamnya termasuk akomodasi, transportasi, katering, layanan kesehatan, logistik, dan layanan digital.
Juda menegaskan bahwa dana haji mewakili sesuatu yang jauh lebih besar daripada aset keuangan. Dana tersebut mewakili pengorbanan bertahun-tahun, kesabaran dan harapan bertahun-tahun.
Dirinya mengingatkan bahwa di balik setiap kontribusi terdapat calon jamaah haji yang telah bekerja keras, menabung dengan cermat, dan mempercayakan uang mereka kepada lembaga-lembaga kami.
"Kepercayaan mereka adalah aset terbesar kami. Melindunginya adalah tanggung jawab terbesar kami," tegas Juda.