Wamenkeu Ingatkan Risiko Pengelolaan Dana Haji, Ada Pesan Penting

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
15 October 2026 13:20
Wamenkeu Juda Agung saat menghadiri pembukaan ISEF 2026. (Dok. Kemenkeu)
Foto: (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa dalam mengelola dana haji, setiap risiko harus dipahami dan harus dikelola dengan benar.

Karena itu, Juda menekankan tiga prinsip dalam mengelola risiko pengelolaan dana haji sekaligus menjaga akuntabilitas dan kepercayaan umat yang dikelola dananya.

Pertama adalah menjaga integritas dan transparansi. Juda mengatakan bahwa kepercayaan publik tidak dapat hanya bergantung pada janji.

"Hal itu membutuhkan pelaporan yang kredibel, pengawasan independen, pengendalian internal yang efektif, dan akuntabilitas yang jelas," ungkap Juda di Fund Hajj Forum 2026 di JICC, Jakarta pada Kamis (15/10/2026).

Prinsip kedua adalah profesionalisme dan independensi kelembagaan. Lembaga dana haji membutuhkan kepemimpinan yang kompeten, manajemen risiko yang baik, dan pengawasan syariah yang kuat.

Keputusan harus dipandu oleh mandat lembaga, bukan oleh tekanan jangka pendek atau kepentingan yang bertentangan dengan kesejahteraan jamaah haji.

Prinsip ketiga adalah keadilan antar generasi, dimana lembaga atau pemerintah harus melayani jamaah haji saat ini tanpa mengorbankan kemampuan keuangan untuk melayani jamaah haji di masa mendatang.

"Inilah sebabnya mengapa keberlanjutan bukan hanya konsep keuangan. Ini juga merupakan masalah keadilan antar generasi," ungkap Juda.

Lebih lanjut, Juda mengatakan tugas pemerintah adalah memperkuat pondasi pengelolalaan dana haji melalui kerangka kerja tata kelola, investasi, dan inovasi yang lebih terintegrasi.

"Pada akhirnya, tata kelola yang baik tidak hanya diukur dari ketiadaan pelanggaran. Hal ini diukur dari apakah masyarakat dapat mempercayai suatu lembaga bahkan ketika mereka tidak dapat melihat setiap keputusan yang dibuatnya."

Sementara dari sisi pengelolaan investasi dana haji, Juda mengatakan harus mendahulukan prinsip kehati-hatian daripada mengejar keuntungan. Katanya, pengelolaan dana haji menghadapi tantangan yang khas. Kontribusi terakumulasi dari waktu ke waktu, sementara kewajiban meningkat sesuai dengan jadwal haji.

Di sisi lain, inflasi, pergerakan nilai tukar, guncangan harga minyak, volatilitas pasar, ketidakpastian geopolitik dapat memengaruhi nilai dan ketersediaan dana.

"Kelola risiko penurunan dengan hati-hati seperti halnya kita mengejar pengembalian. Kita harus bertanya tidak hanya bagaimana kinerja investasi dalam kondisi normal, tetapi juga bagaimana perilakunya ketika pasar memburuk."

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dana Haji Bukan Dana Biasa, Wamen Juda Beberkan Prinsip Investasinya


Most Popular
Features