Wapres Soal MUI Haramkan Bitcoin Cs: Karena Mengandung Judi!

Syariah - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
02 December 2021 16:45
Wakil Presiden Ma’ruf Amin (Tangkapan layar Web Presiden Republik Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengharamkan cryptocurrency sebagai mata uang. Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan masyarakat harus melihat dasar penetapan haram oleh MUI.

Hal itu diungkapkan dalam orang nomor dua di Indonesia itu dalam kunjungan ke Trans Corp dalam acara diskusi Transmedia Institute di Auditorium Menara Bank Mega, Kamis (2/12/2021).

"Saya melihat memang ada yang memfatwakan boleh tapi lembaganya kurang kredibel. Di fatwa MUI itu mengharamkan kripto itu harus lihat dasarnya," jelasnya.


Kiai Ma'ruf menjelaskan, dalam fatwa MUI, penggunaan kripto sebagai mata uang itu hukumnya haram. Sebab, mengandung spekulasi, bahaya dan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan Bank Indonesia 17 Tahun 2015 tentang Kewajiban Penggunaan Mata Uang Rupiah.

Selain itu Mantan Ketua Umum MUI ini mengatakan kripto sebagai komoditi atau aset digital juga tidak sah untuk diperjualbelikan, karena mengandung unsur judi atau tidak masuk dalam syarat komoditi.

"Secara syariah itu tidak berwujud fisik dan memiliki nilai dan tidak diketahui jumlahnya. Serta tidak diketahui secara pasti hak miliknya," jelasnya.

Tetapi kripto sebagai komoditi aset yang memenuhi syarat sebagai komoditi, atau jelas nilainya dan diketahui jumlahnya, memiliki underlying dan manfaat yang jelas hukumnya sah untuk dijual beli.

Menurut Kiai Ma'ruf, fatwa MUI itu adalah landasan syariah yang bisa ditindaklanjuti oleh otoritas lain. Selain itu menurut dia perdagangan kripto merupakan fenomena baru dalam ekonomi digital, bahkan beberapa negara juga melarang perdagangan mata uang ini.

"Hanya diizinkan sebagai aset investasi bukan sebagai alat tukar atau sebagai mata uang," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(emy/emy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading