Wapres: Wisata Halal Bukan Ubah Tempat Wisata Jadi Syariah

Syariah - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
02 December 2021 16:05
Wakil Presiden (Wapres)  Ma’ruf Amin (Dok. Setneg)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin mengatakan banyak persepsi keliru di kalangan masyarakat terkait konsep wisata halal. Sehingga banyak penolakan terhadap penerapan konsep itu pada beberapa kawasan wisata.

"Kita ada persepsi keliru soal ini. Ada paham bahwa tempat wisata itu nanti akan disyariatkan, padahal yang kita maksud itu layanan syariah. Sifatnya seperti pelayanan di restoran, hotel, tempat ibadah, juga spa halal," katanya dalam diskusi Transmedia Institute di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Dia tidak menampik ada penolakan dari masyarakat kawasan pariwisata yang mayoritas nonmuslim seperti di kawasan Danau Toba dan Bali.


"Jangan diartikan mengubah tempat wisata itu jadi syariah. Jadi daerah seperti Toba dan Bali mereka resisten. Sehingga kita kembangkan narasi yang kita pakai lebih pada layanan wisata halal," jelasnya.

Jadi tempat wisata itu memberikan akses pada penganut agama Islam untuk mendapat layanan seperti tempat salat dan makanan halal. Apalagi, potensi wisatawan muslim dalam negeri tergolong besar jumlahnya.

"Kami lihat (di daerah, Red) mau makan tidak ada restoran halal mereka jadi segan. Tapi negara seperti Taiwan mereka sudah ada semua. Ketika kita datang ke sana ada restoran halal tempat shalat dan lain,lain," katanya.

"Jadi narasinya bukan jadi syariah kemudian jadi pakai kerudung semua, pakai penutup muka, tapi hanya layanan restoran, tempat belanja halal itu ada," lanjut Ketua Umum Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) itu.

Oleh karena itu, dia menugaskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno untuk melakukan sosialisasi ke pemerintah daerah supaya tidak persepsi itu tidak menjadi kendala.

Saat ini, lanjut Ma'ruf sudah banyak negara yang mayoritas memeluk agama bukan Islam, seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Australia sedang menyiapkan hal serupa. Di mana masyarakat muslim mendapatkan fasilitas pelayanan wisata halal.


[Gambas:Video CNBC]

(emy/emy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading