Internasional

Marhaban Ya Ramadan, Raja Salman Beri Pesan ke Umat Muslim

Syariah - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
13 April 2021 09:59
FILE PHOTO: Saudi Arabia's King Salman bin Abdulaziz Al Saud talks during the opening of 29th Arab Summit in Dhahran, Saudi Arabia April 15, 2018. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bulan Ramadan akhirnya tiba kembali. Seluruh umat muslim dunia merayakannya dengan berpuasa guna menahan hawa nafsu hingga hari kemenangan tiba.

Memasuki bulan yang penuh barokah ini, Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud memberikan pesan Ramadan-nya untuk kaum muslim di seluruh dunia. Ia menyerukan agar seluruh umat Islam mengesampingkan perbedaan dan menyerukan untuk persatuan.


"Kami menyerukan umat Islam untuk menolak perbedaan dan perselisihan, dan untuk menekankan nalar," ujar raja berusia 85 tahun itu sebagaimana dikutip Arab News, Selasa (13/4/2021).

Selain itu Raja Salman juga memuji tindakan dan teknologi modern yang diadopsi untuk memastikan keselamatan mereka yang mengunjungi dua masjid suci untuk melakukan Shalat Tarawih. Keduanya yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Sementara itu, pelaksanaan salat Tarawih di Masjid Nabawi Madinah pada malam pertama bulan suci Ramadhan tahun ini 1442 Hijriyah berjalan dengan lancar meskipun suasana pandemi Covid-19 masih menghantui. Dalam laporan media resmi pemerintah Saudi SPA, penyelenggaraan salat Tarawih pertama ini dilaksanakan dengan mengindahkan protokol kesehatan.

Salat hanya akan diadakan dalam 10 rakaat dan diprioritaskan untuk para pekerja Masjid. Lebih lanjut, bagi para pengunjung yang ingin mengunjungi Masjid Nabawi untuk beribadah, pihak masjid juga memberikan kontrol yang ketat dengan alat pendeteksi suhu dengan akurasi tinggi.

Para pengunjung juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan yang diperlukan melalui aplikasi yang dinamakan "Tawakkalna".

Arab Saudi sendiri digadang-gadang menjadi salah satu negara yang berhasil mengendalikan penyebaran virus Covid-19. Negara itu mencatatkan 398 ribu kasus dengan 6.754 kematian.

Dalam vaksinasi, negara itu juga cenderung lebih cepat dibanding negara lain. Di negara berpenduduk 34 juta itu sebanyak 6,28 juta dosis vaksin telah diberikan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading