Mantap! Bos The Fed Bikin Harga Koin Emas Dinar Naik Lagi

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 December 2020 19:10
Ancient gold coins are displayed in Caesarea, north of Tel Aviv along the Mediterranean coast February 18, 2015. REUTERS/Nir Elias

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga koin dinar produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. melesat pada perdagangan Kamis (17/12/2020), melanjutkan kenaikan tajam kemarin. Harga emas dunia yang kembali naik merespon pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) membuat harga logam mulia di dalam negeri terkerek naik.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, koin 1 dinar dengan kemurnian 99,99 gram hari ini naik 0,32% ke Rp 3.939.750, setelah melesat 1,2% kemarin. Kemudian koin 1 dinar dengan kemurnian 91,7% naik 0,33% ke ke 3.624.592. Koin 1 dinar memiliki berat 4,25 gram.

Sementara, koin dirham yang berbahan dasar perak hari ini justru menguat 0,98% ke Rp 92.295. Koin 1 dirham ini memiliki berat 2,975 gram.


PT Antam menjual koin dinar dengan kemurnian 91,7% mulai dari pecahan 1/4 dinar hingga 4 dinar, sementara kemurnian 99,99% mulai pecahan 1/4 dinar hingga 2 dinar. Selain itu PT Antam juga menjual koin dirham yang berbahan dasar perak dengan kemurnian 99,95% pecahan 1 dan 2 dirham.

Koin dinar dan dirham dapat digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, serta menjadi mahar.


Harga emas dunia sebenarnya sempat melemah pada perdagangan Rabu, tetapi berbalik menguat 0,58% ke US$ 1.864,14/troy ons setelah The Fed mengumumkan kebijakan moneter.

The Fed menegaskan akan terus melanjutkan program pembelian aset (quantitative easing/QE) dengan nilai setidaknya US$ 120 miliar per bulan "sampai ada perbaikan substansial menuju target pasar tenaga kerja full employment serta stabilitas harga".

Artinya kebijakan moneter ultra longgar masih akan dipertahankan dalam waktu yang lama, sampai pasar tenaga kerja AS kembali mencapai full employment dan inflasi konsisten di atas 2%.

Selain QE, The Fed juga berkomitmen mempertahankan suku bunga acuan <0,25% dalam waktu yang lama.

"Langkah-langkah ini akan memastikan kebijakan moneter akan terus memberikan dukungan yang kuat terhadap perekonomian sampai pemulihan tercapai," kata ketua The Fed, Jerome Powell, sebagaimana dilansir CNBC International.

Di sisi lain, stimulus fiskal di AS juga sepertinya akan cair dalam waktu dekat. Para pemimpin dari Partai Demokrat dan Republik di House of Representatif (DPR) dan Senat AS masih melakukan perundingan.

"Saya optimistis kita bakal bisa mencapai pemahaman dalam waktu dekat," tutur Pimpinan Mayoritas Senat dari Partai Republik, Mitch McConnel, pada Selasa malam setelah pertemuan tersebut.

Sementara itu Pimpinan Minoritas Senat Chuck Schumer mengatakan bahwa para pimpinan "membuat kemajuan, dan semoga kita bisa mencapai kesepakatan segera."
Stimulus moneter plus stimulus fiskal merupakan "bahan bakar" utama emas menguat sepanjang pekan tahun ini. Sehingga tambahan stimulus tersebut bisa menjadi tenaga bagi emas untuk kembali menguat.

Ketika emas dunia kembali menguat, maka harga logam mulia di dalam negeri juga akan terkerek.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading