Siap-Siap, Harga Koin Dinar Bisa Naik Lagi Pekan Ini

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
07 December 2020 18:35
A National Bank employee displaying new coins of the national currency dinar, with a traditional Serbian coat of arms which was abolished during decades of Communist rule, in Belgrade, Friday, July 1, 2005. Serbia is part of Serbia-Montenegro union but the two republics use different currencies and have separate monetary system. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga koin emas dinar produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. turun tipis di awal pekan ini, Senin (7/12/2020). Meski demikian di pekan ini harga koin dinar bisa kembali naik lagi, sebab harga emas dunia diprediksi akan kembali naik.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, koin 1 dinar dengan kemurnian 99,99 gram hari ini dibanderol Rp 3.914.250, turun 0,11%. Sementara itu koin 1 dinar dengan kemurnian 91,7% juga turun 0,11% ke ke 3.601.068. Koin 1 dinar memiliki berat 4,25 gram.

Selain itu, koin dirham yang berbahan dasar perak hari ini dibanderol Rp 91.105. Koin 1 dirham ini memiliki berat 2,975 gram.


PT Antam menjual koin dinar dengan kemurnian 91,7% mulai dari pecahan 1/4 dinar hingga 4 dinar, sementara kemurnian 99,99% mulai pecahan 1/4 dinar hingga 2 dinar. Selain itu PT Antam juga menjual koin dirham yang berbahan dasar perak dengan kemurnian 99,95% pecahan 1 dan 2 dirham.

Koin dinar dan dirham dapat digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, serta menjadi mahar.

Harga koin dinar yang berbahan dasar emas tentunya pergerakannya sangat dipengaruhi oleh harga emas dunia. Naik turunnya harga emas dunia akan cenderung diikuti koin dinar, tetapi ada juga faktor lain seperti kurs rupiah, dan supply-demand, sehingga terkadang harga koin dinar tidak mengikuti arah emas dunia.

Di pekan ini, para analis di Wall Street kini kembali memberikan proyeksi bullish (tren naik) untuk emas dunia di pekan ini. Hal tersebut terlihat dari survei mingguan yang dilakukan Kitco. 

Dari 14 analis di Wall Street yang disurvei, sebanyak 10 orang atau 71% memberikan proyeksi bullish, sementara 3 analis atau 21% memberikan outlook bearish (tren turun) dan 1 orang netral.

Sentimen tersebut berbalik drastis, sebab pada pekan lalu mayoritas para analis memberikan proyeksi bearish.

Sementara survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar dengan 1.147 partisipan menunjukkan 65% diantaranya bullish, 20% bearish dan 15% netral.
Stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) akan menjadi kunci penguatan harga emas di pekan ini.

Salah satu analis yang disurvei, Sean Lusk dari Walsh Trading melihat emas punya ruang untuk menguat ke US$ 1.900/troy ons, yang akan menjadi resisten penting dalam jangka pendek. Harga emas dunia saat ini berada di kisaran US$ 1.830/troy ons, sehingga ada peluang penguatan 3,83% di pekan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading