Ini Strategi BRIsyariah Genjot Pembiayaan Kepemilikan Rumah

Syariah - dob, CNBC Indonesia
10 September 2020 12:14
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, CNBC Indonesia- Dalam rangka mendorong kemudahan masyarakat untuk memperoleh hunian, PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) memaksimalkan promo Program Griya Merdeka hingga 31 Oktober 2020. Promo ini menawarkan solusi pembiayaan bagi beragam kebutuhan properti dengan fasilitas yang terjangkau. Nasabah dapat mengajukan fasilitas pembiayaan pemilikan rumah dan memperoleh margin flat sebesar 11,50% hingga 12,50% hingga lunas.

Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah Fidri Arnaldy mengatakan, program ini diperuntukkan bagi pembiayaan dengan plafon minimal Rp25 juta hingga maksimal Rp25 miliar. Program ini dilakukan untuk memaksimalkan sektor perumahaan yang terus digenjot oleh pemerintah Indonesia sebagai bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang bagus sehingga kami terus memaksimalkan program kepemilikan rumah melalui promo seperti Griya Merdeka. Kami berharap program ini dapat memberikan kontribusi dalam mempercepat pemulihan sektor perumahan yang juga berpengaruh pada ekonomi nasional," ujar Fidri.


Selain pembiayaan pemilikan properti, Griya Merdeka juga bisa memberi fasilitas pembiayaan pembangunan atau renovasi rumah tinggal. Termasuk untuk pembelian rumah baru dan second, pembelian apartemen baru dan second, pembelian ruko baru dan second, tanah kavling, alih pembiayaan (take over) dari lembaga keuangan konvensional ke BRIsyariah, hingga pengalihan fasilitas pembiayaan kembali (refinancing asset).

"Di samping pembiayaan pembelian rumah, kami juga memberi kesempatan pembiayaan pembelian tanah kavling, ruko (rumah toko), dan apartmen. Semuanya terbuka, baik untuk properti baru maupun second," jelas Fidri.

Melalui program ini, nasabah dapat memilih secara langsung rumah yang akan dibeli atau dapat juga memilih dari pengembang-pengembang terbaik yang telah bekerja sama dengan BRIsyariah. Nasabah tinggal mendatangi unit kerja BRIsyariah terdekat untuk mendapatkan fasilitas promo Griya Merdeka.

"Kami menawarkan manfaat jangka waktu pembiayaan hingga 20 tahun. Promo ini telah berjalan sejak 17 Agustus dan masih berlangsung sampai 31 Oktober 2020 nanti. Silakan nasabah mendatangi unit kerja kami untuk memperoleh fasilitas tersebut," pungkas Fidri.

Sepanjang tahun 2020 pembiayaan perumahan BRIsyariah tumbuh positif. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Griya Faedah menjadi penopang pertumbuhan pembiayaan konsumer BRIsyariah, yang tumbuh sebesar 52,66% year on year dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019. Total pembiayaan konsumer yang disalurkan BRIsyariah hingga triwulan II 2020 mencapai Rp 10,85 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading