Riyal Arab Saudi Tembus Rp 3.700, Terkuat dalam 1,5 Bulan

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 February 2020 09:48
Wabah virus corona atau Covid-19 yang mengganas di Korsel menjadi salah satu penyebab buruknya kinerja rupiah sejak kemarin
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar riyal Arab Saudi (SAR) menguat melawan rupiah pada perdagangan Selasa (25/2/2020) melanjutkan penguatan tajam awal pekan kemarin, dan berada di level tertinggi dalam 1,5 bulan terakhir.

Pada pukul 09:20 WIB, SAR 1 setara dengan Rp 3.701, riyal menguat 0,14% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sementara Senin riyal melesat 0,76%, bahkan sempat menguat ke Rp 3.703/SAR yang merupakan level tertinggi sejak 8 Januari.




Wabah virus corona atau Covid-19 yang mengganas di Korea Selatan (Korsel) menjadi salah satu penyebab buruknya kinerja rupiah sejak kemarin.

Berdasarkan data dari satelit pemetaan ArcGis dari John Hopkins CSSE, jumlah kasus Covid-19 di Korsel kini mencapai 893 orang, dengan 8 orang meninggal dunia. Korsel kini menjadi negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak kedua setelah China yang menjadi pusat wabah tersebut.


Kasus corona terbaru yang terjadi di Korea Selatan membuat pelaku pasar cemas, sebabnya dalam beberapa hari terakhir jumlah korban meningkat pesat. Kabar buruk bagi RI, Korea Selatan merupakan tujuan ekspor terbesar ke-tujuh, yang berkontribusi 3,78% dari total ekspor.

Ini berarti, sudah ada 4 negara tujuan ekspor utama yang mengalami kasus virus corona, dan semuanya terancam mengalami pelambatan ekonomi.



Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor RI ke China di bulan Januari sebesar US$ 2,1 miliar, mengalami penurunan signifikan sebesar 9,15% dari bulan Desember 2019. Seperti di ketahui sebelumnya, virus corona mulai menyebar di China sejak pertengahan Januari lalu. Nilai ekspor ke China berkontribusi sebesar 16,69% dari total ekspor.

Jepang merupakan negara tujuan ekspor terbesar ketiga RI, dengan kontribusi sebesar 8,88% dari total ekspor, dan Singapura menjadi pasar terbesar kelima dan ke-tujuh dengan kontribusi 5,95%.

Akibatnya risiko pelambatan ekonomi negara-negara tersebut, pasar ekspor RI berisiko tergerus, dan rupiah mendapat pukulan telak hingga stagnan secara year-to-date melawan riyal. Padahal di bulan Januari Mata Uang Garuda sempat menyentuh level terkuat 2 tahun Rp 3.616/SAR setelah menguat 2,29% melawan riyal.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading