Sri Mulyani s/d Erick Thohir Pimpin Pengembangan Syariah RI

Syariah - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
13 December 2019 12:23
Sri Mulyani s/d Erick Thohir Pimpin Pengembangan Syariah RI Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara pelantikan pengurus DPP IAEI 2019-2023 (CNBC Indonesia/Lidya Julita Sembiring)
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan yang juga Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) 2019-2023, Sri Mulyani, resmi melantik 357 pengurus baru organisasi syariah ini.

Dalam pelantikan ini, ia berharap IAEI bisa memberikan sumbangan nyata pada permasalahan keumatan dan kebangsaan.


"Tantangan pembangunan ekonomi Islam pada prinsipnya identik dengan tantangan pembangunan ekonomi Indonesia karena masyoritas masyarakat beragama Islam," kata mantan direktur Bank Dunia ini.


"Hal tersebut berarti juga kita harus mampu menciptakan perbaikan ekonomi seluruh umat dan seluruh rakyat Indonesia."

Menurutnya lagi, ke depan IAEI setidaknya memiliki lima hal penting yang harus diselesaikan, sesuai dengan arahan pemerintah. Yakni sumber daya manusia syariah, infrastruktur, regulasi yang simpel, birokrasi yang efisien dan melayani serta transformasi ekonomi.

"Kelima itu jadi bagian dari isu seluruh pengurus IAEI pikirkan dan dalam program kerja dalam empat tahun ke depan," ujarnya lagi.


Selain Sri Mulyani setidaknya terdapat sejumlah nama yang menjadi pengurus IAEI, meliputi:

Dewan Penasehat IAEI : Prof KH Ma'ruf Amin
Dewan Pertimbangan IAEI: Yusuf Kall
Wakil Ketua Umum I: Munifa Saliwangi
Wakil Ketua Umum II: Arif Alamsyah
Wakil Ketua Umum III: Susi Mulyono
Wakil Ketua Umum IV: Kartika Multiadmojo
Wakil Ketua Umum V: Erick Thohir

Pemerintah Perkuat Keuangan Syariah

Sementara itu, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah sudah melakukan sejumlah hal untuk memperkuat keuangan syariah. Antara lain merevisi Peraturan Presiden No 91 Tahun 2019 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

"Di mana ada perubahan dari lingkup keuangan syariah diperluas menjadi lingkup ekonomi Syariah," katanya saat hadir dalam pelantikan pejabat baru IAEI.

Pemerintah juga mengaku akan fokus pada 4 hal ke depan. Yakni pengembangan dan perluasan industri produk halal, pengembangan dan perluasan keuangan syariah, pengembangan dan perluasan dana sosial syariah, serta pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.

Dari data Islamic Finance Development Indicator (IFDI), perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia sudah menunjukkan pengembangan yang signifikan. RI naik ke peringkat 4 di 2019 dari sebelumnya 10 di 2018.

Di Islamic Finance Country Index (IFCI), Indonesia bahkan menduduki peringkat 1 di 2019. Posisi ini naik dari peringkat ke-6 pada tahun 2018.

Hingga Januari 2019, pangsa pasar keuangan syariah termasuk perbankan dan asuransu baru 8,6%. Khusus perbankan saja angkanya hanya 5,6%.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading