Muamalat: Calon Investor Sedang Due Diligence

Syariah - Donald Banjarnahor & Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
09 October 2019 20:31
Muamalat: Calon Investor Sedang Due Diligence Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk telah mendapatkan informasi bahwa calon investor baru telah melakukan due diligence (uji tuntas) untuk menyuntikan modal.

Skema penyuntikan modal dilakukan melalui penawaran umum terbatas alias rights issue dengan target dana sekitar Rp 2,2 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Hayunaji secara diplomatis mengaku belum mengetahui siapa yang akhirnya menjadi investor Bank Muamalat. Meski demikian, lanjutnya, para calon investor tersebut telah memulai proses due diligence.


"Kami belum belum tahu siapa investor nantinya, namun saat ini sudah dimulai proses due diligence oleh institusi dari dalam dan luar negeri," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (9/10/2019).



Sebelumnya, sebuah riset dari sekuritas swasta menyatakan bahwa bank-bank BUMN ini mengonfirmasi untuk melakukan due diligence dalam rangka suntikan modal ke Bank Muamalat.

Riset tersebut juga menyatakan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin adalah seorang pendukung yang vokal bagi Bank Muamalat. Namun riset tersebut salah menyebutkan Ma'ruf Amin sebagai Komisaris, sementara posisi yang sebenarnya adalah Dewan Pengawas Syariah.

Riset tersebut menyebutkan Bank BUMN terbesar lebih berpeluang untuk menyerap aksi korporasi dari Bank Muamalat ketimbang 2 bank BUMN besar lainnya.


Meski demikian, pernyataan dalam riset tersebut telah dibantah oleh 3 bank BUMN, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Dalam riset tersebut juga dinyatakan bahwa Bank Muamalat membutuhkan modal hingga Rp 11 triliun untuk mencapai kebutuhan dasar permodalan.

Sebelumnya, dalam prospektus rencana rights issue disebutkan Al Falah Investments PTE Limited akan masuk menjadi pemegang saham baru Bank Muamalat. Al Falah akan menguasai 50,3% saham Bank Muamalat.

Al Falah merupakan perusahaan investasi yang didirikan atas hukum Singapura. Perusahaan ini didirikan Ilham Akbar Habibie dan CP5 Hold Co 2 Limited, perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100% oleh dana yang dikelola oleh SSG Capital Management Limited (SSG) untuk tujuan berinvestasi di Bank Muamalat.


(dob/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading