MARKET DATA
Newsletter

Harga Minyak Anjlok Jelang Pemilu AS, BI-Menkeu Buka Suara Hari Ini

mae,  CNBC Indonesia
03 November 2026 06:45
Ilustrasi Wall Street. (AP/Richard Drew)
Foto: (AP/Richard Drew)

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street berakhir beragam pada Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia.

Investor terus mengurangi kepemilikan saham teknologi dan mengalihkan investasi ke sektor pasar lainnya.

Nasdaq yang didominasi saham teknologi turun 1,07% ke 25.164,32, sedangkan S&P 500 terkoreksi 0,51% ke 7.541,40. Padahal, kedua indeks tersebut sempat menguat masing-masing hingga 1,4% dan 1,1%.

Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average tampil lebih perkasa, naik 213,67 poin atau 0,41% ke 51.983,98.

Saham Nvidia dan Meta Platforms masing-masing turun 1%. Apple, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan pasar, melemah hampir 2%.

Saham Marvell Technology anjlok hampir 13%, sementara Lumentum merosot 18%. Penurunan terjadi setelah kedua perusahaan mengumumkan kesepakatan akuisisi Lumentum oleh Marvell senilai US$115 miliar.

Saham Oracle juga terkoreksi 8% setelah perusahaan menyatakan berencana menjual saham biasa senilai US$10 miliar serta obligasi senilai US$10 miliar untuk membiayai ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Di sisi lain, penguatan saham-saham sektor ekonomi tradisional menopang Dow Jones. Saham Sherwin-Williams melonjak hampir 6%, sedangkan Home Depot naik 3,6%. Honeywell International, 3M, dan Boeing juga masing-masing menguat lebih dari 2%.

Rotasi investasi dari saham teknologi berlanjut setelah indeks-indeks utama Wall Street mengalami pekan yang negatif. Investor semakin mencermati saham-saham yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur AI.

 

Chris Larkin, Managing Director Trading and Investing di E-Trade, mengatakan narasi bullish pasar saham dalam jangka panjang memang menghadapi sejumlah tekanan dalam beberapa pekan terakhir, tetapi prospek positif tersebut belum sepenuhnya berubah.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah momentum jangka pendek yang mudah terganggu oleh lonjakan harga minyak, kekhawatiran belanja AI, inflasi, hingga ketegangan geopolitik.

Pekan lalu, Nasdaq dan S&P 500 mencatatkan kinerja negatif sepanjang Oktober di tengah kekhawatiran terhadap belanja AI. Nasdaq bahkan membukukan penurunan bulanan terburuk sejak Maret 2025.

Sebaliknya, Dow Jones menguat hampir 2% seiring peralihan investor ke sektor defensif, seperti kesehatan.

Larkin menambahkan, pasar masih menghadapi sejumlah potensi pemicu volatilitas, termasuk pemilihan paruh waktu AS dan rilis data ketenagakerjaan. Namun, kemampuan pasar bertahan di tengah tekanan menjadi sinyal positif.

Pemilihan paruh waktu AS dijadwalkan berlangsung pada hari ini. Partai Demokrat diperkirakan akan mengambil alih kendali House of Representatives, sementara penguasaan Senat masih belum pasti.

(slm/slm)


Most Popular
Features