MARKET DATA
Newsletter

AS & China Berlomba Bikin Dunia Cemas, Data Ekonomi Jadi Senjata

mae,  CNBC Indonesia
14 October 2026 06:25
Ilustrasi Wall Street. (AP/Richard Drew)
Foto: bendera as china

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026) atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Investor mencermati laporan keuangan bank-bank besar AS serta tekanan pada saham chip memori di tengah meningkatnya persaingan dari China.

Indeks S&P 500 turun tipis 0,02% ke level 7.805,45. Nasdaq Composite melemah 0,15% ke 27.204,38, sedangkan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 180,45 poin atau 0,35% ke 51.670,10. Padahal, Dow sempat menguat lebih dari 460 poin pada level tertinggi perdagangan.

 

Tekanan pasar terjadi di tengah dimulainya musim laporan keuangan kuartal III perusahaan AS. JPMorgan Chase mencatat laba dan pendapatan yang tidak memenuhi ekspektasi analis, meskipun menaikkan proyeksi pendapatan bunga bersih untuk 2026. Saham JPMorgan ditutup turun 0,9%.

Saham Wells Fargo merosot 3%, sedangkan Goldman Sachs turun 0,2% meski pendapatan kuartal III melampaui perkiraan. Saham UnitedHealth juga melemah 0,2% meskipun kinerjanya lebih baik dari ekspektasi.

"Bank-bank ini masih melaporkan kinerja yang kuat. Namun, ekspektasi pasar sudah tinggi, dan ekspektasi yang tinggi menjadi risiko bagi perusahaan secara luas pada musim laporan keuangan kali ini," ujar Rebecca Walser, Chief Investment Officer Walser Wealth Management, kepada CNBC International.

 

Berdasarkan data FactSet, analis rata-rata memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 tumbuh hampir 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingginya ekspektasi tersebut membuat investor mencermati kemampuan perusahaan dalam memenuhi target pasar.

Di sisi lain, saham-saham chip memori tertekan setelah indeks Kospi Korea Selatan anjlok 5,5% ke level terendah sejak 31 Juli. Penurunan dipicu kekhawatiran terhadap valuasi saham dan meningkatnya persaingan dari China.

Produsen chip memori China, CXMT, pekan ini menyatakan berencana meluncurkan chip baru dengan kemampuan lebih tinggi sebelum akhir tahun. Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran investor terhadap persaingan di industri semikonduktor.

Roundhill Memory ETF (DRAM) merosot lebih dari 3%. Saham SK Hynix juga turun 3%, sementara Micron Technology anjlok lebih dari 3%. Western Digital melemah 1,6%, Seagate Technology turun hampir 1%, dan Sandisk terkoreksi 0,3%.

Kekhawatiran terhadap persaingan chip China dan tingginya valuasi saham teknologi turut membayangi prospek sektor kecerdasan buatan (AI). Investor kini menanti laporan keuangan perusahaan teknologi besar untuk menilai apakah besarnya belanja modal terkait AI dapat diimbangi pertumbuhan pendapatan dan laba.

(mae/mae)


Most Popular
Features