30 Tahun Erajaya: Menemani Indonesia dari Era SMS hingga Revolusi AI
Erajaya terus melebarkan bisnis yang berdampak positif ke kantong perusahaan. Transformasi berikutnya terjadi ketika perusahaan mulai mengintegrasikan jaringan toko dengan kanal digital.
Layanan omnichannel diperkenalkan pada 2018, kemudian diperkuat melalui Eraspace dan program loyalitas MyEraspace pada 2019. Strategi ini membuat pelanggan dapat berbelanja, memperoleh layanan dan menggunakan poin loyalitas melalui ekosistem yang lebih terhubung.
Pada 2023, iBox mencapai 100 gerai dan ERAL melantai di bursa. Pada 2024-2026, ekspansi berlanjut ke Papua, kuliner, elektronik, olahraga, serta merek global lainnya. Erablue bahkan mencapai gerai 261 per Semester I 2026.
Di luar bisnis, Erajaya juga mengembangkan Wana Erajaya, pengelolaan limbah elektronik, dan pendidikan vokasi. Pertumbuhan tersebut turut membawa Erajaya masuk Fortune Southeast Asia 500 selama tiga tahun berturut-turut, dengan posisi ke-84 pada 2026.
Pertumbuhan jaringan dan portofolio tidak selalu membuat laba Erajaya bergerak lurus. Perseroan melewati beberapa periode penurunan keuntungan, terutama pada 2013-2014, 2019 dan 2023. Namun, Erajaya juga mencatat sejumlah fase pertumbuhan kuat, termasuk pada 2018, selama pandemi 2020-2021, serta dalam dua tahun terakhir.
Tabel berikut menggunakan definisi yang konsisten, yakni laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Sepanjang 2025, laba entitas induk mencapai Rp1,20 triliun, menjadi pencapaian tahunan tertinggi perusahaan.
Momentum tersebut berlanjut pada semester I-2026. Penjualan naik 22,4% menjadi Rp42,90 triliun, laba kotor meningkat 21% menjadi Rp4,80 triliun, sedangkan laba entitas induk tumbuh lebih tinggi sebesar 38% menjadi Rp784 miliar.
Pertumbuhan laba yang lebih cepat daripada penjualan menunjukkan adanya perbaikan pada bauran produk, produktivitas operasional dan pengendalian biaya. Dengan kata lain, ekspansi Erajaya mulai menghasilkan pertumbuhan yang bukan sekadar berasal dari penambahan omzet.
Ponsel Masih Menjadi Mesin Laba
Erajaya tidak memublikasikan laba bersih setiap vertikal secara terpisah. Karena itu, cara paling tepat untuk melihat sumber keuntungan adalah melalui data laba kotor berdasarkan kelompok produk.
Bisnis telepon seluler dan tablet masih menjadi kontributor utama laba kotor Erajaya, dengan nilai mencapai Rp2,91 triliun atau sekitar 60,7% dari total laba kotor.
Dominasi tersebut sejalan dengan posisi Erajaya Digital yang menyumbang 73,5% penjualan grup. Meski laba bersih per vertikal tidak diungkapkan, besarnya penjualan dan laba kotor produk ponsel menjadi indikasi kuat bahwa bisnis digital masih merupakan mesin keuntungan utama.
Namun, arah pertumbuhannya mulai berubah. Laba kotor produk Active Lifestyle melonjak 103,1%, sementara komputer dan elektronik konsumen tumbuh 215,7%. Kedua kelompok ini secara bersama-sama menghasilkan hampir 47% tambahan laba kotor Erajaya pada semester I-2026.
Di dalam ERAL, fashion apparel menyumbang 47,6% laba kotor, diikuti aksesori dan perangkat IoT sebesar 32,8% serta otomotif 13,7%. Ini menunjukkan bahwa JD Sports, ASICS, ANTA, Wilson, Urban Republic dan berbagai produk gaya hidup bukan lagi sekadar pelengkap portofolio. Lini tersebut mulai menjadi sumber margin dan pertumbuhan baru.
Erajaya Food & Nourishment (EFN) kini menyumbang sekitar 4% terhadap pendapatan Erajaya, menunjukkan kontribusinya yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada semester I 2026, penjualan EFN mencapai Rp1,74 triliun, tumbuh 31,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,33 triliun, dengan kontribusi sekitar 4,1% terhadap total penjualan Erajaya sebesar Rp42,9 triliun.
Setelah 30 tahun, dampak terbesar Erajaya terletak pada kemampuannya membangun jembatan antara merek global dan konsumen Indonesia. Ponsel tetap menjadi fondasi laba, tetapi masa depan perusahaan akan semakin ditentukan oleh kemampuannya mengubah jaringan ritel dan distribusi yang besar menjadi ekosistem gaya hidup yang lebih luas, terintegrasi dan menguntungkan.
(mae/mae)