MARKET DATA
Newsletter

Pasar RI Pasang Mata ke Suahasil, Dunia Menanti Kabar dari Jepang

mae,  CNBC Indonesia
18 September 2026 06:40
ilustrasi trading
Foto: Pixabay
  • Pasar keuangan Indonesia berakhir beragam, saham menguat sementara rupiah jatuh
  • Wall Street akhirnya bangkit setelah terpuruk berhari-hari
  • APBN KiTa serta data ekonomi dalam dan luar negeri akan menjadi penggerak pasar hari ini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia berakhir beragam pada perdagangan Kamis kemarin (17/9/2026). Bursa saham menguat sementara nilai tukar rupiah melemah.

Sentimen pasar kemarin masih dibayangi perkembangan konflik di Timur Tengah serta keputusan kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Pasar keuangan Indonesia diharapkan kompak menguat pada perdagangan hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada perdagangan Kamis (17/9/2026) dengan menguat 0,40% atau 25,58 poin ke level 6.462,43.

Kenaikan ini mengakhiri tren negatifnya yang jatuh selama tujuh hari beruntun.

Sebanyak 384 saham menguat, 244 saham melemah, dan 164 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp13,92 triliun, dengan volume perdagangan 28,52 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 1,86 juta kali.

Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 160,16 miliar. Ini adalah net buy pertama dalam tujuh hari terakhir.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor berhasil ditutup di zona hijau. Penguatan terbesar datang dari sektor konsumer, energi, dan teknologi.

Sebaliknya, sejumlah sektor masih tertekan, yakni kesehatan, properti, utilitas, dan barang baku.

 

Sejumlah saham menjadi penopang utama IHSG pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menjadi beberapa emiten yang menopang penguatan indeks.

Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah kembali berakhir di zona merah terhadap dolar AS.

Merujuk data Refinitiv, rupiah melemah 0,34% dan mengakhiri perdagangan Kamis (17/9/2026) di posisi Rp17.735/US$.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke 7,154%, dari 7,141% pada hari sebelumnya.

Kenaikan imbal hasil ini menandai harga SBN yang turun karena banyak dijual investor.

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street bangkit pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Saham-saham enguat pada perdagangan Kamis, ditopang oleh penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan harga minyak, serta kenaikan saham-saham teknologi utama.

Penguatan ini menjadi aksi rebound setelah Wall Street terkoreksi pada perdagangan sebelumnya akibat keputusan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 316,14 poin atau 0,61% ke 51.778,04. Indeks S&P 500 menguat 1,14% ke 7.637,76 sementara Nasdaq Composite melonjak 1,69% ke 26.418,30.

Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan pasar. Saham Nvidia dan Amazon masing-masing melesat lebih dari 2%, sementara Microsoft naik 1,5%.

Saham-saham yang terkait dengan tren kecerdasan buatan (AI) juga menguat. Qualcomm naik 2%, sedangkan Intel melonjak 7%.

Penguatan Wall Street juga didukung penurunan yield obligasi pemerintah AS. Yield Treasury 10 tahun kembali turun di bawah level 5%, merosot lebih dari 7 basis poin menjadi 4,93%.

Sehari sebelumnya, yield Treasury 10 tahun sempat kembali menembus level 5% setelah The Fed mengumumkan keputusan suku bunganya.

Harga minyak mentah juga melemah sehingga memberikan ruang bagi penguatan saham.

 

Harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) turun 0,51% menjadi US$101,91 per barel. Sementara Brent turun 0,95% menjadi US$104,82 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah kekhawatiran mengenai gangguan pasokan mereda. Arab Saudi dilaporkan memutuskan menyediakan lebih banyak kargo minyak mentah bagi kilang-kilang Asia melalui mekanisme ship-to-ship transfer di sekitar Pelabuhan Sohar, Oman.

Investor Cerna Sinyal The Fed

Kenaikan saham pada Kamis menjadi rebound setelah pasar mengalami tekanan pada Rabu. The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin dan memberi sinyal bahwa kenaikan bunga lainnya masih mungkin dilakukan tahun ini.

Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi.

CEO The Wealth Alliance, Robert Conzo, menyebut pergerakan pasar Kamis sebagai bentuk kelegaan investor.

"Reaksi pasar dapat dirangkum dalam satu kata: lega," kata Conzo, dikutip dari CNBC International.

Menurutnya, investor melihat kenaikan suku bunga sebagai langkah The Fed untuk menangani masalah inflasi yang masih sulit dikendalikan.

Namun, risiko volatilitas pasar masih tinggi, terutama bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah.

Conzo memperingatkan, jika harga minyak tetap tinggi, kenaikan biaya energi dapat diteruskan oleh peritel kepada konsumen dan semakin tertanam dalam harga barang.

"Jika harga minyak tetap tinggi, masalah tersebut bisa semakin besar, yang membuat inflasi semakin sulit ditekan," ujarnya.

 Tekanan di pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan sedikit berkurang pada hari ini.

Melandainya harga minyak, imbal hasil US Treasury hingga indeks dolar bisa menjadi kabar barik.

Dari dalam negeri, public menunggu konferensi pers APBN KiTa pertama dari Menteri Keuangan Suahasil Nazara

Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:

1. Saudi-Houthi Saling Serang, Jalur Minyak Dunia Kembali Terancam

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali saling melancarkan serangan di perbatasan pada Kamis. Eskalasi konflik di Yaman dan Arab Saudi meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global.

Media yang dikuasai Houthi melaporkan serangan udara Saudi di Provinsi Hajjah dan sekitar Taiz. Sementara itu, pertahanan sipil Saudi menyebut seorang warga Yaman tewas akibat serpihan drone yang berhasil dicegat di Taif.

Risiko energi semakin besar setelah Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyebut sebuah kapal tanker berbendera Togo terbakar setelah terkena serangan saat melintas di Selat Hormuz.

 

Meluasnya perang ke Yaman dan Arab Saudi mengancam dua jalur strategis perdagangan energi, yakni Selat Hormuz dan Laut Merah.

Harga minyak dunia memang turun tipis pada Kamis, tetapi masih bertahan di atas US$100 per barel setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak Mei.

Di tengah eskalasi, Presiden AS Donald Trump juga mengatakan dirinya menghadapi keputusan besar terkait kemungkinan kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran.

Sementara itu, lebih dari 100.000 warga Yaman dilaporkan mengungsi akibat pertempuran terbaru, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

2. Konferensi Pers APBN KiTa

Menteri Keuangan Suahasil Nazara akan menggelar konferensi pers APBN KiTa untuk membahas realisasi pendapatan dan belanja hingga Agustus 2026.

Ini adalahkonferensi pers pertama menkeu Suahasil. Menarik ditunggu kebijakan baru apa yang akan disampaikan Suahasil sebagai menteri baru.

Publik juga menunggu realisasi pendapatan hingga Agustus 2026 untuk memproyeksi hingga akhir tahun serta seberapa besar belanja dan utang pemerintah.

 

3. Kemnaker Siapkan Rp2,7 T untuk Korban PHK pada 2027

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan anggaran Rp2,7 triliun untuk program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) pada 2027.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan anggaran tersebut menjadi salah satu program prioritas Kemnaker tahun depan. Alokasi itu juga mencakup kewajiban pembayaran yang masih terbawa dari tahun-tahun sebelumnya.

"JKP ini memang harus kita alokasikan karena ini perintah regulasi. Rp2,7 triliun," kata Yassierli dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9/2026).

4. Haji Isam Borong 10 Miliar Saham BYAN Milik Low Tuck Kwong

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan aksi korporasi terkait rencana pengalihan saham pengendali perseroan.

Pendiri BYAN, Low Tuck Kwong, bersama putrinya, Elaine Low, telah menandatangani Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement dengan PT Jhonlin Baratama sebagai pembeli pada 16 September 2026.

PT Jhonlin Baratama merupakan bagian dari Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

 

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi tersebut mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN atau sekitar 10 miliar saham.

Aksi ini menjadi langkah besar dalam perubahan kepemilikan saham di salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia.

5. Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Tenaga Kerja Tetap Kuat

Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun 10.000 menjadi 196.000 pada pekan kedua September. Angka ini jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 208.000.

Klaim tersebut menjadi yang terendah sejak Juli, ketika mencapai 189.000, level terendah dalam sekitar 60 tahun.

Sementara itu, klaim berlanjut turun 39.000 menjadi 1,73 juta pada pekan pertama September, terendah sejak Januari 2024.

 

Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif tangguh, sejalan dengan penilaian The Federal Reserve (The Fed) bahwa kondisi ketenagakerjaan berada di sekitar level full employment.

Di sisi lain, klaim awal tunjangan pengangguran dari pegawai federal naik tipis menjadi 398, bertambah 10 dari pekan sebelumnya, namun masih jauh di bawah level historis.

6. BoE Tahan Suku Bunga 3,75%, Inflasi Inggris Naik

of England (BoE) mempertahankan suku bunga acuan 3,75% dalam rapat 16 September 2026. Keputusan diambil dengan suara 6-3, sesuai ekspektasi pasar.

Tiga anggota menginginkan kenaikan 25 basis poin menjadi 4%.

BoE menyebut konflik Timur Tengah mendorong harga energi dan meningkatkan volatilitas, sehingga inflasi Inggris naik menjadi 3,1% pada Agustus dan diperkirakan masih meningkat dalam beberapa kuartal ke depan.

 

BoE tetap menargetkan inflasi kembali ke 2%, sembari memantau dampak kenaikan harga energi terhadap upah dan harga barang.

Selain itu, BoE sepakat mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah hingga nol pada 2034, dengan laju pengurangan rata-rata £46 miliar per tahun.

 7.  Inflasi Jepang

Jepang akan mengumumkan data inflasi periode Agustus pada Jumat (18/9/2026) pukul 06.30 WIB.
Inflasi utama diproyeksikan meningkat menjadi 2,1% dari 2%. Inflasi inti diperkirakan bertahan sebesar 1,8%, sesuai dengan konsensus dan proyeksi.

Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan akan memperkuat alasan bank sentral menaikkan suku bunga.

Sebaliknya, perlambatan inflasi utama maupun inti dapat membuat pasar mempertanyakan perlunya pengetatan tambahan.

Dampaknya dapat meluas ke pasar obligasi global karena Jepang merupakan salah satu sumber modal terbesar dunia.

8. Keputusan Suku Bunga Jepang September 2026

Bank of Japan (BoJ)dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Jumat (18/9/2026) pukul 10.00 WIB.

Konsensus memperkirakan BOJ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% dari 1%, sesuai dengan proyeksi.

Kenaikan tersebut berpotensi memperkuat yen dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang.


Kebijakan yang lebih ketat juga dapat memicu pemulangan dana investor Jepang dari pasar luar negeri sehingga memberikan tekanan terhadap obligasi dan saham global.

Sebaliknya, keputusan mempertahankan suku bunga berisiko melemahkan yen karena pasar telah memperhitungkan kenaikan.

Agenda ekonomi hari ini:

  • Presiden menghadiri peluncuran PANSar Murah Nasional sekaligus Malam Puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional di JICC Senayan, Jakarta Pusat

  • Rilis Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia 2026 di Gedung 1 Lantai 10 Badan Pusat Statistik, Jakarta Pusat. Turut hadir Kepala BPS dan Menteri Ketenagakerjaan

  • Konferensi Pers Peresmian AXA Sharia Life Insurance di Park Hyatt Hotel, Jakarta Pusat

  • Konferensi Pers APBN KiTa Edisi September 2026 di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat

  • Health Talks OncoCare Singapore & Asian Alliance Radiation & Oncology Singapore bertajuk "Mengapa Setiap Pasien Kanker Membutuhkan Penanganan Berbeda?" di Beautika Panglima Polim, Jakarta Selatan

  • Jepang akan mengumumkan data inflasi Agustus 2026
  • Bank sentral akan mengumumkan kebijakan suku bunga



Agenda korporasi hari ini:

RUPS PT Victoria Investama Tbk.

RUPS PT Estee Gold Feet Tbk

RUPS PT Rencana Harum Energy Tbk

RUPS PT Paramita Bangun Sarana Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Interim PT Cisarua Mountain Dairy Tbk

Informasi Pembayaran Kupon seri BVIC03SBCN2 ke 5


Indikator ekonomi terbaru:



Most Popular
Features