MARKET DATA
Newsletter

Pasar RI Pasang Mata ke Suahasil, Dunia Menanti Kabar dari Jepang

mae,  CNBC Indonesia
18 September 2026 06:40
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan sambutan saat acara Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan di Gedung Juanda II, Kementerian Kuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan sambutan saat acara Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan di Gedung Juanda II, Kementerian Kuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

 Tekanan di pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan sedikit berkurang pada hari ini.

Melandainya harga minyak, imbal hasil US Treasury hingga indeks dolar bisa menjadi kabar barik.

Dari dalam negeri, public menunggu konferensi pers APBN KiTa pertama dari Menteri Keuangan Suahasil Nazara

Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:

1. Saudi-Houthi Saling Serang, Jalur Minyak Dunia Kembali Terancam

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali saling melancarkan serangan di perbatasan pada Kamis. Eskalasi konflik di Yaman dan Arab Saudi meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global.

Media yang dikuasai Houthi melaporkan serangan udara Saudi di Provinsi Hajjah dan sekitar Taiz. Sementara itu, pertahanan sipil Saudi menyebut seorang warga Yaman tewas akibat serpihan drone yang berhasil dicegat di Taif.

Risiko energi semakin besar setelah Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyebut sebuah kapal tanker berbendera Togo terbakar setelah terkena serangan saat melintas di Selat Hormuz.

 

Meluasnya perang ke Yaman dan Arab Saudi mengancam dua jalur strategis perdagangan energi, yakni Selat Hormuz dan Laut Merah.

Harga minyak dunia memang turun tipis pada Kamis, tetapi masih bertahan di atas US$100 per barel setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak Mei.

Di tengah eskalasi, Presiden AS Donald Trump juga mengatakan dirinya menghadapi keputusan besar terkait kemungkinan kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran.

Sementara itu, lebih dari 100.000 warga Yaman dilaporkan mengungsi akibat pertempuran terbaru, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

2. Konferensi Pers APBN KiTa

Menteri Keuangan Suahasil Nazara akan menggelar konferensi pers APBN KiTa untuk membahas realisasi pendapatan dan belanja hingga Agustus 2026.

Ini adalahkonferensi pers pertama menkeu Suahasil. Menarik ditunggu kebijakan baru apa yang akan disampaikan Suahasil sebagai menteri baru.

Publik juga menunggu realisasi pendapatan hingga Agustus 2026 untuk memproyeksi hingga akhir tahun serta seberapa besar belanja dan utang pemerintah.

 

3. Kemnaker Siapkan Rp2,7 T untuk Korban PHK pada 2027

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan anggaran Rp2,7 triliun untuk program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) pada 2027.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan anggaran tersebut menjadi salah satu program prioritas Kemnaker tahun depan. Alokasi itu juga mencakup kewajiban pembayaran yang masih terbawa dari tahun-tahun sebelumnya.

"JKP ini memang harus kita alokasikan karena ini perintah regulasi. Rp2,7 triliun," kata Yassierli dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9/2026).

4. Haji Isam Borong 10 Miliar Saham BYAN Milik Low Tuck Kwong

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan aksi korporasi terkait rencana pengalihan saham pengendali perseroan.

Pendiri BYAN, Low Tuck Kwong, bersama putrinya, Elaine Low, telah menandatangani Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement dengan PT Jhonlin Baratama sebagai pembeli pada 16 September 2026.

PT Jhonlin Baratama merupakan bagian dari Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

 

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi tersebut mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN atau sekitar 10 miliar saham.

Aksi ini menjadi langkah besar dalam perubahan kepemilikan saham di salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia.

5. Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Tenaga Kerja Tetap Kuat

Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun 10.000 menjadi 196.000 pada pekan kedua September. Angka ini jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 208.000.

Klaim tersebut menjadi yang terendah sejak Juli, ketika mencapai 189.000, level terendah dalam sekitar 60 tahun.

Sementara itu, klaim berlanjut turun 39.000 menjadi 1,73 juta pada pekan pertama September, terendah sejak Januari 2024.

 

Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif tangguh, sejalan dengan penilaian The Federal Reserve (The Fed) bahwa kondisi ketenagakerjaan berada di sekitar level full employment.

Di sisi lain, klaim awal tunjangan pengangguran dari pegawai federal naik tipis menjadi 398, bertambah 10 dari pekan sebelumnya, namun masih jauh di bawah level historis.

6. BoE Tahan Suku Bunga 3,75%, Inflasi Inggris Naik

of England (BoE) mempertahankan suku bunga acuan 3,75% dalam rapat 16 September 2026. Keputusan diambil dengan suara 6-3, sesuai ekspektasi pasar.

Tiga anggota menginginkan kenaikan 25 basis poin menjadi 4%.

BoE menyebut konflik Timur Tengah mendorong harga energi dan meningkatkan volatilitas, sehingga inflasi Inggris naik menjadi 3,1% pada Agustus dan diperkirakan masih meningkat dalam beberapa kuartal ke depan.

 

BoE tetap menargetkan inflasi kembali ke 2%, sembari memantau dampak kenaikan harga energi terhadap upah dan harga barang.

Selain itu, BoE sepakat mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah hingga nol pada 2034, dengan laju pengurangan rata-rata £46 miliar per tahun.

 7.  Inflasi Jepang

Jepang akan mengumumkan data inflasi periode Agustus pada Jumat (18/9/2026) pukul 06.30 WIB.
Inflasi utama diproyeksikan meningkat menjadi 2,1% dari 2%. Inflasi inti diperkirakan bertahan sebesar 1,8%, sesuai dengan konsensus dan proyeksi.

Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan akan memperkuat alasan bank sentral menaikkan suku bunga.

Sebaliknya, perlambatan inflasi utama maupun inti dapat membuat pasar mempertanyakan perlunya pengetatan tambahan.

Dampaknya dapat meluas ke pasar obligasi global karena Jepang merupakan salah satu sumber modal terbesar dunia.

8. Keputusan Suku Bunga Jepang September 2026

Bank of Japan (BoJ)dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Jumat (18/9/2026) pukul 10.00 WIB.

Konsensus memperkirakan BOJ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% dari 1%, sesuai dengan proyeksi.

Kenaikan tersebut berpotensi memperkuat yen dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang.


Kebijakan yang lebih ketat juga dapat memicu pemulangan dana investor Jepang dari pasar luar negeri sehingga memberikan tekanan terhadap obligasi dan saham global.

Sebaliknya, keputusan mempertahankan suku bunga berisiko melemahkan yen karena pasar telah memperhitungkan kenaikan.

(mae/mae)


Most Popular
Features