MARKET DATA
Newsletter

Waspada! The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Ngamuk, Bunga Utang Melesat

mae,  CNBC Indonesia
17 September 2026 06:21
Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Kevin Warsh. (Dok. Federalreserve)
Foto: Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Kevin Warsh. (Dok. Federalreserve)
  • Pasar keuangan Indonesia bergerak beragam, saham melemah tetapi rupiah menguat
  • Wall Street ambruk setelah keputusan The Fed
  • Kenaikan suku bunga The Fed, perkembangan perang dan data ekonomi akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan Rabu kemarin (16/9/2026). Bursa saham melemah sementara rupiah menguat.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan dalam tekanan hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85 pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Sepanjang perdagangan, sebanyak 439 saham melemah, 201 saham menguat, dan 151 saham stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp12,3 triliun dengan volume 24,6 miliar saham.

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 624,72 miliar.

Tekanan terbesar datang dari sektor utilities yang turun 1,84% dan teknologi yang terkoreksi 1,36%.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatat kenaikan tajam. PT Magna Finance Tbk (MGNA) memimpin top gainers dengan melonjak 34,46% ke Rp199, disusul PT Pakuan Tbk (UANG) yang menguat 24,93% ke Rp4.210, serta PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) yang naik 24,88% ke Rp1.280.

Sementara itu, PT Inter Delta Tbk (INTD) menjadi top loser dengan anjlok 15% ke Rp272, diikuti PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) yang turun 14,88% ke Rp366, serta PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang terkoreksi 14,39% ke Rp119.

Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah berhasil membalikkan keadaan dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan kemarin.
Melansir data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan Rabu (16/9/2026) di posisi Rp17.675/US$ atau menguat tipis 0,03%.


Penguatan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian pelemahan rupiah yang berlangsung selama empat hari perdagangan beruntun.

Sepanjang perdagangan, mata uang Garuda sempat melemah ke posisi Rp17.700/US$ pada pembukaan perdagangan, hinggasempat menyentuh posisi terlemah kemarin di Rp17.740/US$.

Namun, tekanan mulai berkurang menjelang akhir perdagangan. Rupiah berbalik menguat dan ditutup membaik 65 poin dari posisi terlemahnya kemarin.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,05% ke posisi 99,564.


Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melandai tipis ke 7,141% dari sebelumnya 7,156%.

Imbal hasil yang melandai menandai SBN tengah diburu investor sehingga harganya naik.

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street ambruk pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari.

Indeks Dow Jones Industrial Average yang berisi 30 saham ambruk 631,21 poin atau 1,21%, dengan Goldman Sachs memimpin pelemahan. Indeks blue-chip tersebut ditutup di level 51.461,90.

Sementara itu, S&P 500 turun 0,45% ke 7.551,81 dan Nasdaq Composite berakhir melemah tipis 0,01% ke 25.978,42.

Ketiga indeks sempat menguat sepanjang perdagangan sebelum The Fed mengambil keputusan dan Warsh berbicara dalam konferensi pers.

 

Dalam keputusan bulat, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sehingga kisaran target suku bunga menjadi 3,75%-4%. Ini merupakan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak Juli 2023. Bank sentral AS juga mengisyaratkan kemungkinan satu kali kenaikan lagi tahun ini.

Pasar awalnya merespons kenaikan yang sudah diperkirakan tersebut dengan tenang. Namun, saham kemudian berbalik turun saat konferensi pers Warsh berlangsung. Ia berulang kali menekankan bahwa risiko inflasi belum membaik.

Imbal hasil US Treasury 10 tahun kembali menembus 5%, di tengah kekhawatiran bahwa The Fed masih tertinggal dalam mengatasi inflasi meskipun telah menaikkan suku bunga.

Art Hogan, Chief Market Strategist B. Riley Wealth, mengatakan keputusan The Fed memang sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, komentar Warsh yang dinilai lebih hawkish dapat membuat imbal hasil obligasi tetap tinggi untuk beberapa waktu.

 

Menurut Hogan, pasar saat ini menjadikan kenaikan imbal hasil Treasury 10 tahun di atas 5% sebagai perhatian utama. Level tersebut merupakan batas psikologis penting dan berpotensi menjadi tekanan bagi pasar, terutama jika inflasi bertahan tinggi dalam waktu lebih lama.

Saham Bank Berguguran

Saham-saham bank besar ikut tertekan setelah keputusan The Fed. Bank of America dan Wells Fargo masing-masing turun hampir 3%, karena kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan kredit dan perekonomian.

Sementara itu, saham American Express dan Goldman Sachs masing-masing turun hampir 4%.

Tekanan terhadap perekonomian juga datang dari harga energi. Harga diesel AS menembus US$6 per galon pada Jumat untuk pertama kalinya, akibat gangguan pasokan yang dipicu perang Ukraina dan Iran. Harga minyak mentah juga masih bertahan di atas US$100 per barel.

Di tengah tekanan tersebut, saham Intel justru melonjak 4% dan membantu menahan pelemahan Nasdaq. Kenaikan terjadi setelah muncul laporan bahwa Intel tengah berdiskusi dengan raksasa memori Korea Selatan, SK Hynix, untuk membangun fasilitas semikonduktor di AS.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan tertekan setelah keputusan The Fed menaikkan suku bunga. Lonjakan dolar AS dan imbal hasil surat utang AS serta memanasnya perang juga akan membebani saham dan rupiah.

Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:

1. Houthi Kuasai Bab el-Mandeb, Saudi Hadapi Pukulan Berat

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok Houthi berhasil menguasai wilayah dan sejumlah pulau di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis bagi perdagangan minyak global. Langkah ini menjadi pukulan berat bagi Arab Saudi di Yaman.

Sejumlah pejabat Barat, regional, dan Yaman menyebut keberhasilan Houthi dipicu kegagalan intelijen, perpecahan pasukan anti-Houthi, dukungan udara Saudi yang terbatas, serta persiapan Houthi yang tidak terdeteksi. Houthi disebut telah mengumpulkan sekitar 100.000 pejuang.

Pasukan yang didukung Saudi juga meninggalkan persenjataan canggih buatan AS dan Saudi, yang kini jatuh ke tangan Houthi.

Di tengah minimnya dukungan militer langsung dari AS dan Eropa, Saudi mulai mencari dukungan baru. Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi untuk membahas kerja sama militer dan situasi di Laut Merah.

Penguasaan Bab el-Mandeb juga memperluas pengaruh Iran dan sekutunya atas jalur energi strategis dunia. Bersama Selat Hormuz, posisi tersebut memberi Teheran dan sekutunya pengaruh atas dua jalur maritim penting.

2. The Fed Naikkan Bunga 25 Bps, Buka Peluang Naik Lagi

The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75%-4%, kenaikan pertama sejak Juli 2023.

Keputusan 12-0 tersebut diambil untuk menekan inflasi yang masih tinggi. The Fed juga mengisyaratkan satu kenaikan lagi hingga akhir tahun.

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan stabilitas harga menjadi fokus utama dalam mandat The Fed. Ia menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan telah bertahan pada level tersebut dalam waktu yang terlalu lama.

Warsh juga menekankan bahwa stabilitas harga merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi AS.

"Kami harus yakin bahwa inflasi yang mendasari bergerak menuju target kami secara jelas dan dengan kecepatan yang memadai. Hari ini, FOMC memutuskan bahwa standar tersebut belum terpenuhi," ujar Warsh, dikutip dari CNBC International.

Proyeksi kebijakan terbaru The Fed yang terekam dalam dot plot menunjukkan potensi kenaikan suku bunga lagi.

Dot plot menunjukkan 16 dari 18 pejabat The Fed memperkirakan setidaknya masih ada satu kenaikan suku bunga sebesar 25 bps hingga akhir tahun ini. Empat di antaranya bahkan melihat kemungkinan dua kenaikan tambahan.

Sementara itu, dua pejabat memperkirakan The Fed akan berhenti setelah satu kenaikan.

Warsh sendiri tidak memasukkan proyeksi suku bunga sejak menjabat sebagai ketua The Fed.

Untuk tahun-tahun berikutnya, tidak ada kenaikan tambahan yang diproyeksikan. Namun, dot plot menunjukkan satu kali pemangkasan suku bunga pada 2028 dan setidaknya satu kali pemangkasan pada 2029.

Keputusan The Fed langsung membuat indeks dolar terbang ke posisi 100,252. Posisi ini adalah yang tertinggi sejak 12 Agustus 2026.

Kenaikan suku bunga juga membawa imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun tembus ke 5,004% atau posisi tertinggi sejak Juli 2007.

Lonjakan dolar AS dan imbal hasil US Treasury ini tentu saja menjadi kabar buruk bagi rupiah dan saham Indonesia.

Indeks dolar yang naik menandai investor tengah memburu dolar dan meninggalkan aset non-denominasi dolar. Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu outflow dari Emerging Market.

Kenaikan imbal hasil juga bisa membuat yield pada SBN melonjak sehingga membebani pembayaran bunga utang pemerintah.

3. Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga ke 1% atau Lebih Rendah

Presiden AS Donald Trump kembali mendesak The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga secara agresif ke 1% atau bahkan lebih rendah, hanya beberapa jam setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023.

"Kita 'menanggung' hampir setiap negara di dunia, dan ini tidak bisa terus berlanjut," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

"Turunkan suku bunga untuk Amerika Serikat, dan lakukan dengan cepat!" tegasnya.

Trump tetap menilai suku bunga AS seharusnya berada di 1% atau lebih rendah, dengan alasan AS merupakan negara dengan kualitas kredit terbaik di dunia dan tengah mengalami lonjakan investasi.

Trump juga kembali mengklaim AS telah menarik investasi hingga US$20 triliun atau lebih sejak masa jabatan keduanya. Sejumlah pemeriksa fakta menyebut angka tersebut tidak sesuai dengan data.

Sebelumnya, Trump bahkan mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang mencatat surplus perdagangan terhadap AS jika The Fed tidak memangkas suku bunga.

Tekanan Trump terhadap The Fed sebenarnya telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, sejauh ini Trump dan para pembantunya belum secara langsung menyerang Warsh.

Juru bicara Gedung Putih Kush Desai mengatakan Trump tetap meyakini independensi The Fed. Namun, menurutnya, Presiden AS memiliki hak untuk menyampaikan pandangan ketika kebijakan dinilai bermasalah.

4. Marketplace Mulai Pungut PPh Merchant 1 Oktober 2026

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memastikan marketplace mulai memungut PPh pedagang online (merchant) pada 1 Oktober 2026.

Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengatakan sistem dari empat marketplace, yakni Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli, telah siap digunakan.

Kebijakan ini sebelumnya dijadwalkan berlaku 1 Juli 2026, tetapi ditunda oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menjaga daya beli masyarakat.

 

Bimo memastikan implementasi pada Oktober akan berjalan tanpa kendala. "No drama lah, nggak ada drama," tegasnya.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengusulkan pembatalan mutasi ratusan pegawai era Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Bimo menyebut ada sejumlah nama yang muncul tanpa mengikuti proses assessment dan talent management, sehingga ia bersama Dirjen Bea Cukai meminta mutasi tersebut ditunda atau dibatalkan.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pihaknya masih mengevaluasi proses tersebut dengan meminta masukan dari seluruh unit eselon I.

"Kita nanti melihat dulu ya, apa yang sudah dilakukan kemarin," kata Suahasil.

5. Kasus Fortifikasi Beras

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman memerintahkan penindakan tegas terhadap pelaku manipulasi beras fortifikasi. Produk yang terbukti melanggar diminta dicabut izinnya dan dilarang dipasarkan.

Bapanas sebelumnya menguji 198 sampel beras dari 11 provinsi. Hasilnya, 25 merek dinyatakan bermasalah karena kandungan gizi tidak sesuai dengan klaim pada label. Bahkan, ada produk yang mengklaim vitamin B12 30%, tetapi hasil uji hanya sekitar 15%, sementara sebagian lainnya tidak mengandung nutrisi yang diklaim.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman saat mengekspos temuan beras fortifikasi tak sesuai di kantornya, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman saat mengekspos temuan beras fortifikasi tak sesuai di kantornya, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman saat mengekspos temuan beras fortifikasi tak sesuai di kantornya, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

 

Bapanas telah memerintahkan 25 merek tersebut ditarik dari peredaran dan menghentikan produksi. Kasusnya kini masuk tahap assessment bersama Bareskrim Polri. Sebanyak 15 merek telah menjalani assessment, sedangkan 10 lainnya masih diproses.

Jika memenuhi unsur, kasus tersebut dapat dilanjutkan sebagai dugaan penipuan dan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

6. OJK Denda Emiten Salim-Bakrie

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan denda kepada PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) atas pelanggaran aturan pasar modal.

ROTI didenda Rp150 juta karena penunjukan KAP untuk audit laporan keuangan 2023 dan 2024 dilakukan sebelum mendapat keputusan RUPS, melanggar POJK No. 9/2023.

Sementara BNBR didenda Rp1,2 miliar terkait transaksi material berupa penerimaan pinjaman Rp4,81 triliun, atau 115,87% dari ekuitas. OJK menyebut BNBR tidak menggunakan penilai independen, tidak melakukan keterbukaan informasi, serta tidak memperoleh persetujuan RUPS untuk pemberi pinjaman tersebut.

Hingga 31 Agustus 2026, OJK telah menjatuhkan 1.277 sanksi, dengan total denda mencapai Rp73,99 miliar.

7.  Klaim Tunjangan Pengangguran AS 

AS akan mengumumkan data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 12 September 2026.

Sebagai catatan, jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran pada pekan sebelumnya turun 1.000 menjadi 206.000 pada pekan pertama September 2026. Angka ini sedikit di atas ekspektasi 205.000.

Sementara itu, klaim berkelanjutan turun 1.000 menjadi 1,774 juta pada pekan terakhir Agustus, di bawah perkiraan 1,780 juta.

Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif tangguh, meski data terbaru BLS menunjukkan penurunan jumlah pekerja (payroll) yang tidak terduga.

Di sisi lain, klaim awal dari pegawai federal naik 51 menjadi 388, di tengah kebijakan pemerintah AS untuk memangkas sektor publik.

8. Inflasi Zona Euro Agustus 2026

Inflasi final Zona Euro periode Agustus akan dirilis pada Kamis (17/9/2026) pukul 16.00 WIB.

Inflasi tahunan diperkirakan meningkat menjadi 3,3% dari 2,9%. Secara bulanan, inflasi diproyeksikan naik 0,4% setelah sebelumnya tumbuh 0,2%.

Sementara itu, inflasi inti diperkirakan melambat menjadi 2,4% dari 2,5%.

Konfirmasi inflasi utama sebesar 3,3% akan menunjukkan tekanan harga masih tinggi dan mendukung kebijakan moneter ketat Bank Sentral Eropa.

Namun, perlambatan inflasi inti dapat mengurangi kebutuhan untuk segera menaikkan suku bunga kembali.

Revisi inflasi ke atas berpotensi mendukung euro, tetapi dapat menekan obligasi dan saham Eropa. Sebaliknya, revisi lebih rendah dapat meredakan kekhawatiran mengenai biaya pendanaan di kawasan tersebut.


9. BoE Diperkirakan Tahan Suku Bunga di 3,75%

Bank of England (BoE) akan mengumumkan suku bunga hari ini, BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan Bank Rate di 3,75%, meski tetap hawkish karena risiko inflasi meningkat akibat kenaikan harga energi.

Inflasi Inggris pada Agustus naik menjadi 3,1% secara tahunan, sementara inflasi harga produsen juga meningkat.

Namun, pasar tenaga kerja yang melemah dan pertumbuhan upah yang melandai menjadi alasan BoE menahan suku bunga.

Pasar memperkirakan voting MPC tetap 6-3, dengan Pill, Greene, dan Mann mendukung kenaikan 25 bps.

BoE juga diperkirakan memperlambat quantitative tightening (QT) dari £70 miliar menjadi sekitar £50 miliar dalam setahun ke depan.

Berikut agenda ekonomi hari ini:

  • Presiden meresmikan Bursa Komoditas dan Mineral Kritis (BMKS)/Indonesia Commodity Exchance (Icomex)
  • Komisi VI DPR menggelar Rapat Kerja dengan Menteri Perdagangan dan Ketua BPKN di ruang rapat Komisi VI DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat
  • FDA MPR dengan tema "Perspektif dan Masukan Pemangku Kebijakan tentang Pentingnya Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan" yang akan diselenggarakan di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. Turut hadir antara lain Wakil Ketua MPR dan Menteri Lingkungan Hidup
  • Press Briefing Kementerian Luar Negeri mengenai Hasil Kunjungan Presiden pada KTT BRICS serta Perkembangan Isu Terkini Polugri di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat.
  • Bank sentral Inggris akan mengumumkan kebijakan suku bunga
  • AS akan mengumumkan data klaim pengangguran



Berikut agenda korporasi hari ini:
RUPS PT Hexindo Adiperkasa Tbk
RUPS PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
RUPS PT Artha Mindo Investama Tbk
Rencana RUupi Emissi Sukuk WIKA
Informasi pembayaran kupon BSDE



Berikut indikator ekonomi hari ini:



Most Popular
Features